Ngeri, Neo Nazi Dunia Rayakan Wabah Corona Jadikan COVID-19 'Senjata'
- Wikipedia
Beberapa gerakan gerakan sayap kanan lainnya memandang pandemi sebagai kesempatan untuk mendorong pesan-pesan rasis dan xenophobia.
Di Jerman, anggota dari kelompok Neo Nazi Die Rechte (Kaum Kanan) mengatakan bahwa seharusnya perbatasan Jerman ditutup beberapa minggu lalu bagi orang-orang non-Eropa.
Kelompok sayap kanan Jerman lainnya, Der Dritte Weg (Jalan Ketiga) juga mengatakan bahwa virus tersebut dieksploitasi oleh para pemimpin Jerman sebagai ‘taktik pengalih’ untuk menghempang derasnya arus pengungsi dan migran Timur Tengah.
Sedangkan di Ukraina, seorang tokoh sayap kanan Azov mengatakan lewat aplikasi Telegram bahwa penyebaran Covid-19 umumnya bukan kesalahan orang kulit putih dan menyatakan bahwa etnis minoritas di Italia sendiri seharusnya disalahkan untuk penyebaran virus di sana yang telah memakan korban 8 ribu jiwa lebih.
Pesan tersebut berada di Telegram, sebuah aplikasi pesan daring yang banyak mendapat kritik karena memungkinkan konten yang secara terang-terangan muncul, orang-orang sayap kanan menyambut baik COVID-19.
“Kanal Telegram akselerasionis neo-Nazi telah meningkatakan seruan mereka untuk destabilisasi dan kekerasan terkait Covid-19,” kata seorang peneliti Amerika yang memantau gerakan ektremis internasional, Joshua Fischer.
Ia menambahkan kanal-kanal tersebut memperlakukan situasi seperti sekarang untuk mencoba meningkatkan ketegangan dan kekerasan.
Salah satu kanal neo-Nazi mendesak anggotanya untuk sengaja batuk di gagang pintu sebuah sinagog. Seorang pengikut lain yang terinfeksi COVID-19 didesak untuk menyemprotkan air liurnya ke wajah polisi.
Ada juga sebuah kanal yang memuji seorang pria di New Jersey karena batuk pada seorang karyawan toko kelontong dan mengklaim bahwa dirinya menderita COVID-19.
Seruan untuk menyebarkan COVID-19 tidak hanya di Telegram. Baru-baru ini di Discord, sebuah aplikasi obrolan daring, bocor sebuah obrolan Divisi Freuerkrieg yang ingin menularkan orang-orang Yahudi dan orang lain jika ada anggota mereka yang positif terjangkit COVID-19.
Divisi Freuerkrieg adalah kelompok kecil neo-Nazi yang terdapat di AS dan Eropa yang anggotanya berencana melakukan aksi kekerasan. Beberapa anggota kelompok termasuk yang masih remaja, belakangan ini ditangkapi karena tindakan kekerasan yang mereka lakukan atas kebencian rasial yang amat dangkal.
