Corona jadi Aib China, 6 Tokoh Hilang Misterius dan Meninggal Dunia
- The Sun
VoxPop – Mengganasnya pandemi virus corona terus menghadirkan tragedi kemanusiaan dengan hilangnya puluhan ribu nyawa umat manusia. Tak cuma itu, keganasan COVID-19 ini juga rupanya memunculkan misteri menghilangya sejumlah tokoh penting.
Dilansir The Sun, setidaknya ada 5 sosok yang kini tak diketahui keberadaannya usai mencoba mengungkapkan kengerian sebenarnya dari virus corona. Saat ini, sebuah kekhawatiran muncul bagi siapa saja yang berani melancarkan kritik terhadap pemerintah Wuhan dan China.
Kabar miris justru mengemuka bahwa ada lebih dari 5.100 orang ditangkap karena berbagi informasi tentang virus mematikan itu pada minggu-minggu awal pertama wabah itu mengganas.
Baca juga: Ajaib, Tenaga Medis Sembuh dari Corona Walau Sempat Lumpuh
Bahkan, setiap “pembangkang” tersebut disebutkan akan langsung dibawa ke karantina medis dan dicap sebagai orang sakit untuk menghentikan mereka berbicara lebih jauh.
Sejumlah warga lain juga dilaporkan harus ditahan karena memposting pertanyaan secara online mengisyaratkan kondisi Wuhan dan China yang kekurangan masker, dengan risiko kematian bagi para warga yang mengkritisi hal itu lebih lanjut.
Baca juga: Tiga Jurnalis Hilang di Wuhan Saat Beberkan Fakta Sebenarnya
Kondisi itu pula yang harus dialami 6 tokoh “whistleblowers” yang awal berani bicara gamblang membeberkan situasi mencekam kota Wuhan dan jumlah korban selama pandemi itu berlangsung di China, diantaranya adalah;
dr Li Wenliang
Salah satu figur yang dinobatkan pahlawan medis itu yang mencoba memperingatkan dunia tentang virus corona justru harus meninggal dunia setelah tertular kuman itu sendiri.
Dokter Li Wenlaing, berusia 34 tahun, telah dikirimi surat “vonis” oleh polisi sebelum kematiannya. Adapun isi surat itu tak lain memperingatkan "jika dia menolak untuk bertobat, maka dia akan dihukum".
Tragisnya, ia meninggal dunia pada Februari setelah tertular virus corona melalui pasien yang ia rawat.
Ren Zhiqiang
Jutawan China, Ren Zhiqiang hilang pada bulan Maret setelah menyebut Presiden Xi Jinping sebagai "badut" dalam menangani wabah virus corona. Taipan real estate itu secara terbuka mengkritik tanggapan Partai Komunis terhadap epidemi online.
