Bebas Kasus Corona, Negara Ini Klaim Rahasianya Cuma Pohon Kelapa

Pohon kelapa.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Pandemi wabah Corona masih menjadi mimpi buruk bagi sebagian besar negara di pelosok dunia. Kondisi tersebut terus mendatangkan kekhawatiran akan dampak luar biasa yang ditimbulkan dari penyebaran virus COVID-19 asal Wuhan, China itu.

img_title Negara yang Menyambut Tahun Baru 2024 Pertama dan Terakhir

Tapi meski ada dua ratusan lebih negara di dunia yang terdampak dari wabah tersebut, ternyata masih ada segelintir negara yang rupanya masih bebas dari kasus virus Corona.

Dan salah satu dari 13 negara di dunia yang hingga saat masih nihil dari laporan kasus COVID-19 yaitu Republik Kiribati. Negara kepulauan di sisi sentral samudera Pasifik tersebut sepertinya punya cerita menarik di balik belum terjamahnya wilayah mereka dari wabah Corona.

img_title Bayi di Gorontalo Tewas saat Tidur Tertimpa Pohon Kelapa

Baca juga: Stres, 3 Pria Minum Disinfektan Usai Dengar Celoteh Konyol Trump

Negara bekas jajahan kolonial Inggris yang merdeka pada tahun 1979 itu memiliki luas 800 kilometer persegi yang rentan terhadap kenaikan permukaan laut.

img_title The World’s First Country who Celebrate New Year Eve

Wilayah itu pun merupakan salah satu negara termiskin dan terjauh dari semua negara di dunia, dengan populasi penduduk yang mayoritas beragama Kristen hanya sebanyak 116.000 jiwa.

Dilansir Star Online, wilayah negara Kiribati sangat kaya dan begitu didominasi dengan pohon kelapa yang tersebar di mana-mana.

Dan dengan pengolahan kelapa tersebut, mereka bahkan dapat memenuhi semua keperluannya seperti membuat kapal dan bangunan, jerami untuk atap dan lantai serta serat untuk tali dan kain.

Kelapa, yang dikenal sebagai moimoto di pulau itu, juga menjadi penawar dehidrasi yang ampuh dan sejumlah kandungan nutrisi. Tapi yang kini jadi sorotan, banyaknya tumbuhan kelapa pun konon diklaim sebagai kunci status bebas virus Corona pulau itu.

Baca juga: Kelakuan Ekstrem Anak-anak Saat Karantina yang Bikin Bengong

Sebuah penuturan dikemukakan Rooti Tianaira, seorang guru sekolah dasar di Tarawa, Ibu Kota negara itu. "Kami menggunakan moimoto untuk bertahan melawan virus. Ini sangat kaya akan vitamin C dan vitamin A,” ujar Rooti Tianaira.

“Nenek moyang kita biasa makan kelapa parut dan noni - buah asli lain, yang dikenal karena rasanya yang menyengat tetapi memiliki khasiat memberi kesehatan - untuk sarapan, dan minum todak asam (jus kelapa fermentasi),” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut