Soal Informasi Corona, Bill Gates Sebut Media Sosial Sebarkan Ide Gila

Bill Gates saat berkunjung ke Indonesia.
Sumber :
  • VoxPopnews/Alfin Tofler

VoxPop – Salah satu orang terkaya di dunia, Bill Gates mengatakan, bahwa media sosial telah berkontribusi menyebarkan ide-ide gila terkait informasi COVID-19. Ia juga menyebut, media sosial telah membuat orang-orang tidak patuh terhadap protokol kesehatan yang sudah ditetapkan untuk menghambat penyebaran virus Corona, seperti menjaga jarak dan memakai masker.

img_title Diduga Lakukan Penipuan, Satgas PASTI Blokir Aplikasi Snapboost

Berbicara pada pertemuan virtual dari Dewan Dampak Perusahaan Cepat yang berpusat di Amerika Serikat, Gates menerangkan, ide-ide gila tersebut telah menyebar dari media sosial secara online, yang meningkatkan risiko penyebaran virus Corona.

"Bisakah perusahaan media sosial lebih membantu dalam masalah ini? Kreativitas apa yang kita miliki? Sayangnya, alat-alat digital telah menjadi kontributor bersih untuk menyebarkan apa yang saya anggap sebagai ide-ide gila," ujar Bill Gates, seperti dikutip Al Arabiya, Senin 6 Juni 2020.

img_title Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks dan Provokasi, 8 Orang Jadi Tersangka

Baca Juga: Kasus COVID-19 Terus Bertambah, Indonesia Kini di Posisi ke-26 Dunia

Gates, pendiri perusahaan raksasa teknologi Microsoft dan juga ketua bersama Yayasan Bill & Melinda Gates, menilai, tingkat kepatuhan untuk menggunakan masker di AS lebih rendah daripada di tempat lain. Hal tersebut, katanya, adalah sebuah fakta yang sulit untuk dipahami.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

"Tidak memakai masker sulit dimengerti, karena itu tidak menyusahkan. Itu tidak mahal, namun beberapa orang merasa itu adalah tanda kebebasan atau sesuatu, meskipun berisiko menulari orang lain," kata Gates.

Gates menambahkan, masker adalah salah satu dari sedikit metode efektif untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19, yang ditularkan jauh lebih mudah ketimbang penyakit pernapasan lain yang sudah dikenal seperti flu.

"Kami belum melihat patogen seperti ini. Sebagian besar virus pernapasan, Anda batuk, di sini penyebarannya. Sebagian besar tidak melalui batuk, bisa melalui bernyanyi, berbicara, berteriak, atau ada orang-orang yang memiliki begitu banyak viral load sehingga hanya komunikasi audio yang menyebabkan penyebaran itu. Kami tidak mengharapkan itu," ucapnya.

Berbagai perusahaan dan otoritas kesehatan dari sejumlah negara termasuk Gates Foundation saat ini sedang berlomba untuk mengembangkan vaksin. Namun, Bill Gates sebelumnya sempat dituduh oleh teori konspirasi yang mengemukakan bahwa ia akan menggunakan pandemi sebagai kesempatan untuk membuat vaksin yang berisi microchip untuk melacak seluruh populasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut