Warga Rusia di Moskow Kangen Main Gamelan di Tengah Pandemi COVID-19
- KBRI Moskow
“Kita siapkan tempat ruangan khusus untuk belajar bahasa Indonesia, tarian, dan gamelan. Ruang serba guna yang baru direnovasi tidak hanya dapat digunakan untuk latihan menari, tetapi juga untuk pertemuan, diskusi, atau pemutaran film,” kata Azis, seperti yang disiarkan KBRI Moskow hari ini.
Azis juga mengatakan bahwa tahun ini Indonesia dan Rusia memperingati 70 tahun hubungan diplomatik dan kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan 70 tahun hubungan diplomatik tersebut. "KBRI Moskow akan merancang kegiatan-kegiatan lainnya, seperti pertunjukan wayang kulit dan gamelan dalam waktu dekat di KBRI Moskow," lanjut mantan Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI itu.
Sementara itu, Minister Counsellor Pensosbud KBRI Moskow, Adiguna Wijaya, yang hadir juga dalam pertemuan ini menyampaikan mencatat dan mempertimbangkan usulan para sahabat Indonesia tersebut.
Cuaca senja hari di Moskow yang cerah pada saat itu mendukung pertemuan di taman KBRI Moskow. Setelah berdiskusi, para peserta disuguhi hidangan kuliner Indonesia, yaitu soto ayam.
Pengajaran bahasa dan budaya Indonesia di KBRI Moskow sudah berlangsung cukup lama. Saat puncak pandemi Covid-19, kegiatan tatap muka dihentikan sementara. Kelas bahasa dan tari sempat dilakukan dalam bentuk daring.
Para pengajar adalah staf KBRI Moskow. Bahasa Indonesia diajarkan oleh Felix. Gamelan diajarkan oleh Tri Koyo dan tari tradisional Indonesia diajarkan oleh Elisabeth Nurnilasari yang keduanya merupakan lulusan ISI Yogyakarta.
Para peserta gamelan dan tari bergabung dengan sanggar seni binaan KBRI Moskow, yaitu Gamelan Dadali dan Kirana Nusantara Dance. Tim kesenian ini turut serta juga dalam mempromosikan budaya Indonesia yang dilakukan KBRI Moskow dan tampil dalam berbagai acara pentas budaya di berbagai kota di Rusia, bahkan hingga di Belarus juga.
Warga Rusia ini mempelajari budaya Indonesia dengan penuh semangat. Mereka tidak mengenal lelah sepulang bekerja atau kuliah, dan di saat musim dingin bersalju sekalipun.
Para peserta sahabat Indonesia yang bergabung dalam kegiatan ini berasal dari berbagai kalangan. Mereka tidak hanya mahasiswa, tetapi juga pekerja, seperti Linara Sabirova bekerja di maskapai Aeroflot, Nadezhda Ulumbekova adalah pemilik sekolah batik Moskow, Polina Popova bekerja di kantor berita Regnum, Julie Ryzhaya bekerja di Rosatom.
