Putin Terima Permohonan Ukraina Hentikan Serangan Jarak Jauh

Presiden Rusia, Vladimir Putin
Sumber :
  • Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS

Jakarta, VoxPop –  Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan bahwa negaranya  telah menerima sejumlah usulan dari Ukraina terkait permohonan untuk menghentikan serangan jarak jauh.

img_title Iran Tak Bakal Biarkan Begitu Saja Serangan Ukraina ke Kapal Dagangnya

"Ada juga usulan-usulan baru, dan saya siap menyebutkan beberapa di antaranya. Misalnya, menghentikan serangan jarak jauh ke dalam wilayah masing-masing pihak," kata Putin kepada jurnalis Rusia dikutip dari Sputnik, Senin, 29 Juni 2026.

Ia juga mengungkapkan bahwa adanya usulan agar operasi tempur hanya dilakukan di empat wilayah. Yaitu, Wilayah Kherson, Wilayah Zaporizhzhia, Republik Rakyat Donetsk, dan Republik Rakyat Luhansk  dan menghentikan operasi tempur di seluruh wilayah lainnya.

img_title Zelensky: Gencatan Senjata Lebih Baik Daripada Perang 10 sampai 20 Tahun

"Jelas mengapa usulan ini diajukan, karena serangan balasan kami ke wilayah Ukraina lebih jauh ke dalam, lebih kuat, lebih terasa dampaknya, dan, terus terang, lebih menghancurkan sehingga menimbulkan konsekuensi yang benar-benar serius bagi rezim di Kiev," kata Putin.

Putin mengatakan kontak mengenai penyelesaian konflik di Ukraina masih berlangsung melalui beberapa jalur komunikasi.

img_title Masih Ingat Dynasty Warriors? Game Perang Legendaris yang Kini Hadir Update Terbaru

"Ya, memang benar, kontak tersebut ada dan telah terjalin melalui beberapa arah serta beberapa saluran. Saya menganggap itu bukan rahasia," katanya.

Ia menambahkan bahwa Rusia mempertimbangkan dengan cermat setiap usulan yang datang dari Ukraina.

"Mengingat kekurangan personel yang sangat parah di angkatan bersenjata Ukraina, tampaknya mereka percaya bahwa hal ini bisa menjadi penyelamat bagi mereka. Namun, menyelamatkan rezim di Kiev bukanlah bagian dari rencana kami," kata Putin. (Ant)

Pavel Durov

Pendiri Telegram Terancam Penjara Seumur Hidup di Rusia, Ini Penyebabnya

Pendiri Telegram, Pavel Durov, terancam hukuman penjara jangka panjang hingga seumur hidup jika terbukti bersalah atas tuduhan membantu & memfasilitasi kegiatan terorisme

img_title
VoxPop.co.id
29 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut