Presiden Jokowi Sampaikan 2 Hal Penting dalam KTT G20

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Sumber :
  • Dokumentasi Kemenlu.

VoxPop – Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 21 November 2020. KTT G20 tahun ini diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi.

img_title Prabowo Sampaikan Ucapan Spesial untuk Ulang Tahun ke-65 Jokowi, Diunggah Langsung Lewat Instagram

Usai pertemuan awal  hari ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, presiden yang akrab disapa Jokowi itu mengingatkan para pimpinan negara anggota G20 akan pentingnya kesepakatan dalam penangan COVID-19.

"Menyampaikan bahwa dunia saat ini melihat dan menanti pertemuan para pemimpin negara G20. Dunia menanti kepemimpinan G20 untuk keluar dari krisis kesehatan, dan untuk keluar dari keterpurukan ekonomi," tutur Retno.

img_title Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I Tertinggi di Antara Negara G20

Baca juga: Pangdam dan Kapolda Seluruh Indonesia Didorong Lawan Kelompok Radikal

Retno menguraikan, Jokowi juga menyampaikan dua hal yang harus jadi fokus G20 saat ini. Pertama adalah pentingnya pendanaan bagi pemulihan kesehatan hingga untuk membangkitkan kembali ekonomi. 

img_title Eks Utusan Khusus AS Soroti Peran Strategis Indonesia di Konflik Rusia–Ukraina

"Presiden mengatakan bahwa dunia tidak akan sehat kecuali semua negara sudah sehat, dan vaksin adalah salah satu amunisinya. Vaksin harus dapat diakses dan tersedia bagi semua negara tanpa terkecuali," ujar Retno.

Kedua, Presiden memandang perlunya dukungan untuk pemulihan ekonomi dunia. Jokowi, dikatakan Retno, menyampaikan bahwa pentingnya dukungan dana sebesar US$2,5 triliun untuk negara-negara berkembang keluar dari keterpurukan ekonomi.

"Presiden mengatakan bahwa UNCTAD (Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan) telah meminta dukungan dana sebesar US$2,5 triliun agar negara berkembang mampu keluar dari keterpurukan ekonomi. Negara berkembang memerlukan ruang fiskal," tuturnya.

Persoalan ekonomi

Retno melanjutkan, Jokowi juga mengungkapkan pandangan terkait persoalan ekonomi global. Jokowi menyampaikan dua hal yang perlu mendapat perhatian.

Pertama, mengenai pentingnya bantuan restrukturisasi utang untuk negara berpendapatan rendah. "Pentingnya bantuan restrukturisasi utang untuk negara berpendapatan rendah terutama dari negara pemberi utang yang besar, dan harus dibarengi dengan ditingkatkannya manajemen utang," ucap dia.

Kedua, Retno mengatakan, Jokowi menyampaikan pentingnya terus dilakukan dukungan luar biasa kebijakan fiskal, moneter, kebijakan sektor keuangan, di samping mengenai kelulusan fiskal negara berkembang.

"Presiden juga sampaikan keleluasaan fiskal negara berkembang yang diperlukan untuk membiayai keamanan sosial, mendongkrak konsumsi domestik, dan menggerakkan ekonomi kecil dan menengah," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut