Pemerintah RI Diminta Ikut Lindungi Muslim Uighur di Afghanistan
- ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Komunitas Uighur di Afghanistan sendiri diperkirakan sekitar 2.000 orang dan kebanyakan dari mereka adalah generasi kedua imigran yang meninggalkan China beberapa dekade lalu.
“Apalagi kartu identitas setiap muslim Uighur di Afghanistan tertulis sebagai pengungsi China atau Turkestan. Mereka takut diambil paksa dan dibawa ke kamp-kamp konsentrasi seperti saudara-saudara mereka terdahulu,” katanya.
Rimbo menambahkan masyarakat dunia sudah tahu apa itu kamp-kamp konsentrasi. Dia mengatakan tak terhitung fakta disertai bukti-bukti pelanggaran berat HAM di sana yang menyajikan dugaan penyiksaan, pemerkosaan hingga pembunuhan yang menjadi rangkaian kegiatan genosida muslim Uighur.
Kelompok Taliban kini kembali berkuasa di Afghanistan. Komunitas Uighur yang berada di negara tersebut pun mengaku ketakutan akan dilacak lalu dideportasi paksa ke China, setelah otoritas Tiongkok semakin memperkuat hubungan bilateral mereka dengan Taliban.
Dilansir dari New York Post, Ketua Umar Uighur Trust Mohammed Umar mengatakan muslim Uighur di Afganistan sangat ketakutan setelah Taliban menerima uang dan bantuan atas nama kerjasama dengan pemerintah China.
