Indonesia-Turki Sepakat Saling Akui Sertifikat Vaksin COVID-19

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi
Sumber :
  • ANTARA/HO-Kemlu RI/am

VoxPop – Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat saling mengakui sertifikat vaksin yang diterbitkan oleh masing-masing negara, demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, Rabu 13 Oktober 2021. Kesepakatan “Mutual Recognition on Vaccine Certificates” itu dicapai dalam pertemuan bilateral antara Menlu Retno dan Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu, di Ankara, Turki, pada Selasa 12 Oktober 2021.

img_title Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Dalam deklarasi bersama kedua negara, tertuang pokok-pokok kerja sama tersebut. 

Pertama, pengakuan bersama dan interoperabilitas sertifikat vaksin dan hasil tes usap PCR kedua negara.

img_title Profil Melissa Vargas, Pevoli Turki Peraih MVP VNL 2026 yang Tampil Sensasional di Final

Kedua, pengakuan serta penerimaan semua jenis vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun dari instansi berwenang kedua negara.

“Dan ketiga, penerapan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan kedua negara,” kata Retno ketika menyampaikan keterangan pers secara virtual tentang hasil kunjungannya ke Turki, pada Rabu.

img_title Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional, Bio Farma Luncurkan Bio-TCV Hasil Sinergi Akademisi & Industri

Menlu Retno mengatakan pengembangan kerja sama pengakuan sertifikat vaksin akan dilakukan oleh kementerian kesehatan kedua negara.

Kerja sama farmasi

Gedung Pertamina Pusat

Photo :
  • vivanews/Andry Daud

Indonesia dan Turki juga membahas kerja sama jangka panjang di bidang kesehatan, antara lain dengan memulai pengadaan bahan baku obat. Dalam hal ini, Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) telah melakukan pembicaraan dengan salah satu perusahaan farmasi terkemuka Turki yaitu Abdi Ibrahim.

Kedua perusahaan tersebut sepakat untuk menjajaki kerja sama industri farmasi serta menjajaki kemungkinan berbagi teknologi dan memproduksi produk farmasi, yaitu parasetamol, di fasilitas PT KPI di Indonesia.

“Tentu pemerintah berharap agar kerja sama industri farmasi ini dapat memperkuat pemenuhan pasokan kebutuhan domestik dan dapat mengurangi impor bahan baku obat kita,” tutur Menlu Retno.

Di bidang ekonomi, Indonesia dan Turki sepakat untuk membentuk pengaturan koridor perjalanan untuk terus memfasilitasi hubungan bisnis tanpa mengabaikan faktor kesehatan.

Kedua negara juga setuju untuk mempercepat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (IT-CEPA), yang perundingannya telah berjalan sejak 2018.

“Pendekatan yang dilakukan adalah incremental (secara bertahap—red) mulai dengan perundingan trade in goods (perdagangan barang—red). Jadi sekali lagi di dalam pertemuan tadi, kita sepakat untuk mempercepat perundingan agar kita dapat menyelesaikan IT-CEPA ini secepat dan sebaik mungkin,” kata Retno

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut