Pesan Natal Paus Fransiskus: Dialog untuk Sembuhkan Dunia

Paus Fransiskus.
Sumber :
  • Instagram @franciscus

VoxPop – Paus Fransiskus dalam pesan hari Natal pada Sabtu, mengecam meningkatnya polarisasi dalam hubungan personal dan internasional, dan mengatakan bahwa hanya dialog yang dapat menyelesaikan konflik, mulai dari permasalahan keluarga, hingga ancaman peperangan.

img_title Puan Ingatkan Hantavirus Tak Dianggap Remeh: Jangan Sampai Meluas Seperti Covid

Dalam pesan "Urbi et Orbi" atau pesan kepada dunia, dia menyerukan agar orang-orang dan pemimpin dunia saling berbicara dengan satu sama, lain alih-alih saling berkeras kepala, dengan jarak yang semakin diperburuk dengan adanya pandemi COVID-19.

"Kapasitas kita untuk hubungan sosial sangat diuji; terdapat kecenderungan untuk menarik diri, untuk melakukan segala sesuatu sendiri, untuk berhenti berusaha untuk bertemu orang lain dan melakukan segala sesuatu bersama-sama," katanya dari balkon tengah Basilika Santo Petrus pada hari Natal yang diwarnai hujan dan angin di Roma.

img_title Fantastis! Nilai Lukisan Denny JA yang Diberkati Paus Fransiskus Diprediksi Mencapai Rp 34 Miliar

Paus Fransiskus.

Photo :
  • Instagram/@franciscus

"Pada tingkat internasional juga terdapat risiko penghindaran dialog, risiko bahwa krisis yang kompleks ini akan berujung pada pengambilan jalan pintas alih-alih memulai jalur dialog yang lebih panjang, meski hanya jalur-jalur itulah yang dapat berujung pada penyelesaian konflik dan keuntungan yang berlangsung panjang bagi semua," katanya.

img_title Menkes Sebut Penularan Campak Lebih Tinggi Dibanding Covid: Bisa Sampai 18 Orang

Paus Fransiskus, yang berulang tahun yang ke-85 pekan lalu, menyebut berbagai konflik dan ketegangan atau krisis termasuk yang terjadi di Suriah, Yaman, Israel, Teritori Palestina, Afghanistan, Myanmar, Ukraina, Sudan, Sudan Selatan, dan berbagai tempat lainnya.

"Kita terus menyaksikan konflik, krisis, dan pertikaian dalam jumlah yang besar," katanya saat berbicara di balkon yang sama dengan saat dia pertama kali muncul di hadapan dunia sebagai Paus usai terpilih pada 13 Maret 2013.

"Hal-hal ini seperti tak pernah berakhir; sekarang kita bahkan hampir tidak memperhatikan mereka. Kita telah menjadi begitu terbiasa dengan hal-hal ini sehingga tragedi-tragedi besar sekarang dilewatkan dalam keheningan; kita menghadapi risiko tidak mendengar jeritan kesakitan dan kesedihan dari begitu banyak saudara dan saudari kita." katanya, saat berbicara di hadapan kerumunan berjumlah beberapa ratus orang, yang lebih kecil dibandingkan biasanya, karena telah dikurangi terkait pembatasan COVID-19 serta cuaca.

Dia pun meminta Tuhan untuk "memberikan ketenangan dan persatuan bagi keluarga-keluarga", memuji mereka yang berupaya menjaga keluarga dan komunitas untuk tetap bersatu di waktu yang begitu memisahkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut