Taliban Berkuasa, Ongkos Menyelundupkan Warga Afghanistan Meningkat

Kiri: Shafiqa Sae berteriak saat memprotes pembunuhan tujuh orang dari komunitas Hazara, di Kabul, Afghanistan, 11 November 2015.
Sumber :
  • Antara/Reuters/Omar Sobhani

Di Islamabad, Sae mengatakan pemilik rumah kontrakan mengenakan biaya sewa tiga kali lipat dari tarif setempat. Mereka juga harus menambah US$700 untuk menyuap aparat keamanan --karena tinggal di negara lain tanpa visa adalah pelanggaran hukum.

img_title WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Tak Lagi Ditahan di Rutan, Ini Alasannya

Para penyelundup manusia kini mengenakan tarif sekitar US$140-US$193 pada warga Afghanistan yang ingin ke Pakistan melalui kota perbatasan Spin Boldak, naik dari US$90 pada tahun lalu, menurut MMC yang berbasis di Jenewa.

Perjalanan ke Iran lewat kota perbatasan Zaranj, tarifnya sekitar US$360-US$400, naik dari US$250 pada tahun sebelumnya, kata MMC.

img_title Bareskrim Sebut Gas Whip Pink Tak Penuhi Standar BPOM, Berpotensi Sebabkan Kematian

Besarnya tarif tak hanya bergantung pada lamanya waktu tempuh, tingkat kesulitan rute, kemampuan finansial, dan latar belakang orang-orang yang melakukan perjalanan, tapi juga apakah mereka punya kontak di tempat tujuan dan jumlah orang yang meminta sogokan.

Sejumlah orang Afghanistan yang diwawancarai Thomson Reuters Foundation menyebut angka yang lebih besar daripada data MMC. Seorang perempuan mengatakan dia membayar US$1.000 untuk pergi ke Islamabad dengan kedua anaknya.

img_title Nasib Gugatan Program MBG Ditentukan Besok, MK Siap Bacakan Putusan

Abdullah Mohammadi, seorang pakar di MMC, mengatakan para penyelundup biasanya adalah bagian dari jaringan kejahatan terorganisasi. Namun di tengah krisis ekonomi dan kekeringan yang melanda Afghanistan, para petani yang memerlukan uang untuk menafkahi keluarga mereka juga ikut terlibat.

"Mereka tahu yang mereka lakukan itu salah, tapi mereka bilang tak punya pilihan lain. Jaringan kriminal diuntungkan karena mereka bisa memanfaatkan orang-orang ini untuk memperluas operasi mereka," kata Mohammadi.

Taliban juga disebut mengambil keuntungan. BBC melaporkan bahwa para penyelundup yang terang-terangan membawa warga Afghanistan dari Zaranj ke Iran membayar anggota Taliban US$10 per mobil pikap.

Dewan Pengungsi Norwegia melaporkan pada November bahwa hampir 5.000 pengungsi Afghanistan melarikan diri ke Iran setiap hari, meski banyak dari mereka yang dideportasi. Sebagian besar pengungsi melewati Pakistan, namun Mohammadi mengatakan penyelundup kini menggunakan rute yang lebih singkat tapi lebih berbahaya. Pengungsi harus mendaki atau melewati terowongan di bawah pagar perbatasan Iran.

Meski peluang tertangkap lebih tinggi, rute tersebut sering ditempuh oleh etnis Hazara, yang lebih berisiko jika melewati rute-rute tradisional via Pakistan. Penyelundup mengenakan tarif lebih tinggi bagi etnis Hazara karena risiko serangan dari Taliban, Jundallah, dan milisi lain terkait kesukuan mereka, kata Mohammadi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut