10 Fakta Prostitusi di Era Victoria, Anak Dilegalkan!
VoxPop – Fakta prostitusi di Era Victoria sudah bukan hal yang aneh lagi. Prostitusi yang dilegalkan selama era Victoria menggambarkan para wanita pada saat itu. Di mana mereka para wanita dijadikan istri sekaligus ibu, tapi di sisi lain berbeda lagi. Mereka hanya seorang wanita tuna susila yang tidak memiliki moral.
Era Victoria sendiri merupakan sejarah pada masa pemerintahan Ratu Victoria dalam sejarah Britania Raya, yang pada saat itu berlangsung sejak 1837 hingga kematiannya pada tahun 1901. Sama halnya pada era-era sebelumnya yang pastinya memiliki keunikan dan sisi menarik yang jarang diketahui, begitupun pada saat era Victoria ini yang tentunya menarik perhatian yang lebih.
Di mana pada era pemerintahan Ratu Victoria ini prostitusi sudah begitu marak, bahkan lebih banyak jika dibandingkan dengan saat ini. Terbukti, bahwa ada sekitar 80.000 wanita bekerja sebagai pelacur di London, belum dengan kota-kota lainnya.
Tentu saja, hal ini membuktikan jika seks alias prostitusi pada masa itu sudah bukan hal yang asing lagi , melainkan sudah menjadi budaya yang begitu kental. Pelacur disebut "wanita yang jatuh kehormatannya," karena mereka dilihat sebagai contoh dari wanita yang tidak baik dan terhormat di masyarakat.
Pada zaman Victoria dulu, tak banyak yang tahu jika sebagian besar wanita di sana merupakan wanita tuna susila. Di mana wanita dipaksa untuk bergantung pada para pria secara ekonomi. Pada masa itu prostitusi begitu digalakkan di banyak kalangan karena diyakini, bahwa pria membutuhkan pelampiasan hasrat seksual yang terpaksa mereka tekan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini juga memberikan banyak kesempatan bagi para wanita untuk mendapatkan upah yang tidak akan pernah mereka dapatkan sebelumnya dengan cara lain. Lantas seperti apa fakta prostitusi di Era Victoria saat itu? Berikut ini kami sajikan beberapa fakta prostiusi di Era Victoria yang menarik untuk dikupas, melansir dari listverse.
1. Prostitusi, Pekerjaan dengan Bayaran Tertinggi
ilustrasi uang koin
Selama era Victoria, satu-satunya pilihan karier bagi wanita adalah profesi bergaji rendah, dan banyak yang memiliki kondisi kerja yang berbahaya. Ada pedagang kaki lima (yang membantu usaha suaminya), buruh pabrik, dan gadis toko.
