Aksi Protes Terjadi di Pabrik Terbesar iPhone di China
- AP Photo.
VoxPop Dunia – Menurut rekaman yang beredar secara online, aksi protes memuncak di pabrik iPhone terbesar di dunia, di kota Zhengzhou, China. Video menunjukkan adanya ratusan pekerja yang berbaris.
Dalam video tersebut juga terlihat beberapa pakaian hazmat dan polisi anti huru hara yang menghadang para pemrotes. Mereka yang menyiarkan langsung protes tersebut mengatakan para pekerja dipukuli oleh polisi. Dalam video juga menunjukkan adanya bentrokan antara pekerja dan pihak berwenang.
Melansir dari BBC, Kamis, 24 November 2022, produsen Foxconn mengungkapkan pihaknya akan bekerja dengan staf dan pemerintah daerah untuk mencegah adanya kekerasan lebih lanjut. Dalam pernyataannya, perusahaan mengatakan beberapa pekerja meminta kejelasan mengenai pembayaran, tetapi perusahaan akan memenuhi pembayaran berdasarkan kontrak.
Pekerja Foxconn
- Foxconn
Perusahaan juga mengatakan adanya desas-desus yang tidak benar bahwa pekerja baru diminta untuk berbagi asrama dengan pekerja yang dinyatakan positif COVID-19. "Asrama didesinfeksi dan diperiksa oleh pejabat setempat sebelum orang baru pindah," kata Foxconn.
Sebelumnya, pada bulan lalu, meningkatnya kasus corona membuat tempat tersebut dikunci, dan mendorong beberapa pekerja mengundurkan diri. Namun, perusahaan kemudian merekrut pekerja baru dengan janji bonus besar.
Rekaman yang dibagikan di situs streaming langsung menunjukkan para pekerja berteriak seperti, "Pertahankan hak kami! Pertahankan hak kami!" Pekerja lain terlihat menghancurkan kamera pengintai dan jendela dengan tongkat.
"Mereka mengubah kontrak sehingga kami tidak bisa mendapatkan subsidi seperti yang mereka janjikan. Mereka mengkarantina kami tetapi tidak menyediakan makanan," kata salah satu pekerja Foxconn saat siaran langsung.
"Jika mereka tidak memenuhi kebutuhan kami, kami akan terus berjuang."
Dia juga mengaku melihat seorang pria terluka parah setelah dipukuli oleh polisi.
Perusahaan mengubah isi kontrak
Pabrik Foxconn
Seorang karyawan yang baru-baru ini mulai bekerja di pabrik Zhengzhou juga mengatakan kepada BBC bahwa para pekerja memprotes karena Foxconn telah mengubah isi kontrak yang mereka janjikan. Dia menegaskan bahwa beberapa pekerja yang baru direkrut takut tertular virus COVID-19 dari staf yang pernah berada di sana selama wabah sebelumnya.
"Para pekerja yang memprotes ingin mendapatkan subsidi dan pulang ke rumah," ujar anggota staf itu.
