Waspadai Tiongkok, RI Diminta Perketat Perbatasan dengan Laut China Selatan
- DTN News via ANTARA
VoxPop Dunia - Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Pelajar Islam mengingatkan negara-negara di Asia terutama Indonesia, untuk mewaspadai maksud terselubung Tiongkok, dengan memberi pinjaman lunak utang ke negara-negara yang berada di wilayah strategis.
Pelabuhan Kamboja
Wakil Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat Pelajar Islam Indonesia, Furqan Raka, menyebut hal ini dapat semakin memperburuk masalah di dalam ASEAN khususnya persoalan Laut China Selatan yang diklaim sepihak oleh China.
VoxPop Militer: Kapal Induk China, Liaoning (tengah), di Laut China Selatan
- Ministry of National Defense of the People
“Khususnya pelabuhan Kamboja yang sedang dikembangkan China, akan menjadi fasilitas yang akan membantu aktivitas Angkatan Laut Beijing di Laut China Selatan,” kata Furqan Raka kepada wartawan, Jumat, 25 November 2022.
Perjanjian Rahasia antara Kamboja dengan Tiongkok
Dari informasi yang telah beredar luas, diketahui ada sebuah perjanjian rahasia antara Kamboja dan Tiongkok yang memungkinkan Tiongkok menggunakan beberapa fasilitas untuk keperluan militer.
Ke depan, negara Kamboja menjadi penempatan reguler atau transit berlabuhnya kapal angkatan laut Tiongkok, termasuk Angkatan Laut kedua (Penjaga Pantai Tiongkok), dan Angkatan Laut ketiga (milisi maritim).
“Ini akan memastikan basis penting bagi China di sembilan garis putus-putus pada batas Laut China Selatan, di mana Beijing berusaha untuk memiliki kontrol yang lebih besar,” kata Furqan Raka.
Perketat Perbatasan
DPP PII meminta negara-negara Asia khususnya Indonesia yang bersinggungan dengan Laut China Selatan, untuk memperketat pengawasan batas teritorial negara masing-masing, agar tidak dicaplok atau diklaim Beijing.
VoxPop Militer: Kapal China di Laut China Selatan
- Express
Terlebih, seorang ahli dari Universitas Charles, Takashi Hosoda, memperingatkan dunia bahwa langkah China mendirikan pangkalan angkatan laut di Kamboja, tentunya akan menimbulkan risiko keamanan besar bagi negara-negara lain di kawasan itu.
Modernisasi dan perluasan Pangkalan Angkatan Laut Ream akan memungkinkan Angkatan Laut Kerajaan Kamboja (RCN) untuk mengoperasikan kapal pembawa rudal anti-kapal dan pertahanan udara seperti kapal rudal Tipe 22 (kelas Houbei) China, korvet Tipe 056, dan fregat Tipe 054A yang juga milik Beijing.
“Liciknya, China juga membiayai proyek infrastruktur besar-besaran di Kamboja termasuk jalan, jembatan, pelabuhan laut, bandara, rel kereta api, dan bendungan pembangkit listrik tenaga air, sehingga negara tersebut semakin tersandera,” kata Furqan Raka lagi.
