Virus Marburg Kembali Mewabah di Afrika, WHO Sampai Buat Pertemuan Mendadak

Virus Marburg
Sumber :
  • WHO

“Pengawasan di lapangan telah diintensifkan,” kata George Ameh, perwakilan negara WHO di Guinea Khatulistiwa.

img_title WHO Klaim Tak Ada Laporan Kematian Baru Wabah Hantavirus Sejak 2 Mei

“Pelacakan kontak, seperti yang Anda tahu, adalah landasan respons. Kami telah mengerahkan kembali tim Covid-19 yang ada di sana untuk pelacakan kontak dan dengan cepat memasangnya kembali untuk benar-benar membantu kami,” kata Ameh.

Saat ini, tidak ada (atau belum) vaksin resmi atau pengobatan antivirus untuk virus Marburg, namun WHO mengatakan bahwa kelangsungan hidup dapat ditingkatkan dengan perawatan suportif seperti rehidrasi dengan cairan oral atau IV.

img_title Jangan Lengah Hantavirus, Dokter Ungkap Gejala Awal yang Sering Diabaikan!

kelelawar terkecil

Photo :
  • U-Report

Sejumlah perawatan seperti produk darah, terapi imun dan obat serta kandidat vaksin sedang dievaluasi. 

img_title Wamenkes Dante: Varian Hantavirus di Indonesia Ringan, Fatalitas Kematian Rendah

“Kami sedang mengerjakan rencana respons 30 hari di mana kami harus dapat mengukur tindakan yang tepat dan mengukur kebutuhan yang tepat,” kata Ameh.

Marburg membunuh 90% dari 252 orang yang terinfeksi dalam wabah tahun 2004 di Angola. Tahun lalu, ada dua laporan kematian Marburg di Ghana.

Virus langka ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1967 setelah menyebabkan wabah penyakit secara bersamaan di laboratorium di Marburg, Jerman dan Beograd, Serbia. Tujuh orang yang terpapar virus saat melakukan penelitian terhadap monyet meninggal dunia.

Ilustrasi garam

WHO Ingatkan Pentingnya Mengontrol Asupan Garam Harian, Ini Kebiasaan yang Harus Dihindari

Mengendalikan konsumsi garam menjadi salah satu langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memberi rekomendasi.

img_title
VoxPop.co.id
1 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut