Fakta-fakta Proposal Damai Prabowo, Ditolak Ukraina Disanjung Rusia
- Twitter Prabowo Subianto @prabowo
Peace plan yang diajukan Prabowo dan ditolak oleh Ukraina juga mendapatkan reaksi dari salah satu politisi Indonesia. Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hassanudin, menyebut bahwa usulan yang diberikan Menhan RI tidak sesuai dengan penyelesaian masalah pertempuran di lapangan.
"Substansi usulan itu tidak sesuai dengan kebiasaan dan etika untuk menyelesaikan problem-problem pertempuran di lapangan. Itu tidak sesuai," katanya.
"Kita juga jadi masuk ke ranah-ranah yang sesungguhnya kurang tepat, dan itu sangat merugikan politik luar negeri kita."
Jokowi Panggil Prabowo
Presiden Jokowi juga sempat menanggapi mengenai proposal perdamaian Prabowo yang ditolak oleh pihak Ukraina. Jokowi berencana memanggil Menhan Prabowo ke Istana untuk membahas proposal yang dia sampaikan di forum internasional itu.
Presiden menegaskan bahwa usulan yang dilontarkan Menhan dalam forum Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) Shangri-La Dialogue 2023 di Singapura pada akhir pekan lalu merupakan proposal dari yang bersangkutan dan bukan mengatasnamakan Pemerintah Indonesia.
"Itu dari Pak Prabowo sendiri," kata Jokowi pada wartawan, saat konferensi pers usai pembukaan Rakernas III PDI Perjuangan, di gedung Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, pada hari Selasa.
"Tapi saya belum bertemu Pak Prabowo, mungkin hari ini atau besok saja diundang, minta penjelasan mengenai apa yang Pak Menhan sampaikan," ujarnya.
Prabowo Overlap?
Menanggapi proposal perdamaian Rusia-Ukraina yang diusulkan Prabowo ditolak, Partai Gerindra angkat suara. Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra Yan Permenas Mandenas menyebut bahwa proposal tersebut sudah sesuai, pihaknya juga tidak memaksakan kedua negara untuk menyetujui proposal damai.
"Saya pikir langkah-langkah itu sudah sepantasnya dan sewajarnya. Toh, resolusi itu bukan berarti kita memaksakan Rusia maupun Ukraina untuk harus lakukan gencatan senjata," ucapnya, pada Senin, 5 Juni 2023.
Dia juga mengungkapkan bahwa proposal yang diajukan Prabowo sudah sesuai dengan prinsip politik luar negeri, yang bebas aktif. Apalagi, proposal itu tidak memihak salah satu negara, melainkan demi perdamaian dunia.
"Kita enggak pro terhadap Rusia, gak pro terhadap Ukraina, tapi kita berada di tengah-tengah. Sehingga, saya pikir itu langkah yang sangat tepat," ujarnya
