Wah Ternyata Ramai Warga Palestina Jadi Tentara Israel, Ini Alasannya
- ANTARA FOTO/Xinhua-Mamoun Wazwaz/hp
Bendera Israel dan Palestina.
- Unsplash
Dalam riset peneliti University of Pennsylvania Miriam Minsk berjudul "Saluted for Service: Benefits of Arab-Israeli Enlistment in the Israel Defense Forces" (Journal on Jewish Thought, Jewish Culture, and Israel, 2020), IDF memberikan peluang kerja lebih luas kepada orang Arab setelah masa wajib militer selesai. Sekalipun tetap berkecimpung di dunia militer, pemerintah berupaya memposisikan mereka untuk dapat sukses di masa depan.
Alasan ini terkesan sangat positif karena berupaya mengintegrasikan warga Arab ke dalam masyarakat Israel agar lebih sejahtera. Namun, anggota parlemen Hanin Zoabie kepada Al Majalla membantah alasan ini.
Kata Hanin, sikap baik ini bertujuan memecah belah orang Arab-Israel. Sebab, sama seperti kasus Ella tadi, sudah pasti hadirnya satu anggota keluarga menjadi tentara membuat hubungan dalam satu lingkungan tidak lagi sama. Mereka pasti akan saling menyalahkan hingga timbul perpecahan.
