Korban Jiwa Banjir Libia Capai 5.300 Orang, Ribuan Mayat Bergelimpangan
- AP Photo
Libia – Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan dampak mengerikan dari banjir mematikan di Libia, pada hari Senin, 11 September 2023.
Hichem Abu Chkiouat, menteri penerbangan sipil di pemerintahan yang memerintah Libya timur, mengatakan bahwa sejauh ini telah dihitung lebih dari 5.300 orang tewas. Dia juga mengatakan jumlah tersebut kemungkinan akan meningkat secara signifikan dan bahkan mungkin dua kali lipat.
“Laut terus-menerus membuang puluhan mayat”, katanya melalui telepon, melansir CNA.
Tariq Kharaz, juru bicara otoritas timur, mengatakan 3.200 jenazah telah ditemukan, dan 1.100 di antaranya belum teridentifikasi.
Selain banjir, wilayah tersebut juga dihantam Badai Daniel, dan menyebabkan dua bendungan runtuh di Libia, yang mengakibatkan air mengalir deras ke daerah yang sudah terendam banjir.
Banjir di Libya
- VOA News
Dilansir dari Newsweek, Kamis, 14 September 2023, banjir yang terjadi begitu besar hingga seluruh bangunan hanyut, dan 25 persen wilayah pesisir timur kota Derna hancur.
Salah satu video mengerikan yang dibagikan di platform X, pada Selasa pagi, 12 September 2023, menunjukkan air membanjiri jalan dan menyerbu mobil-mobil di Derna, tempat tinggal 125.000 orang.
Para pengemudi juga terlihat berusaha keluar dari jendela dan naik ke atas mobil mereka untuk menghindari banjir.
Banjir mematikan di Derna, Libia setelah badai Daniel mengakibatkan runtuhnya 2 bendungan di dekat kota tersebut, kata akun X Truthpole dengan video tersebut.
Video itu kini telah dilihat 14.000 kali hingga Selasa sore.
Pengguna media sosial Md Asif Khan juga membagikan beberapa video yang menunjukkan luasnya banjir.
Satu video memperlihatkan bangunan-bangunan yang hancur, dan video lainnya menggambarkan air banjir dalam jumlah besar menggenangi kota seiring dengan turunnya hujan.
Setelah banjir, jenazah berjejer di jalan, di luar rumah sakit yang ramai saat orang-orang.
“Mayat-mayat tergeletak di mana-mana, di laut, di lembah, di bawah bangunan,” kata Hichem Abu Chkiouat, Menteri Penerbangan Sipil.
“Saya tidak melebih-lebihkan ketika saya mengatakan bahwa 25 persen kota telah hilang. Banyak sekali bangunan yang runtuh.”
Badai Daniel secara informal dikategorikan sebagai topan Medicane, atau topan Mediterania.
