Kisah Pilu Korban di Libia Cari Keluarga yang Hilang di Atas Tumpukan Mayat

Banjir bandang di Libia.
Sumber :
  • AP Photo/Jamal Alkomaty

Libia – Penduduk kota Derna di Libia, mati-matian mencari kerabat mereka yang hilang, pada Rabu, 13 September 2023. Petugas penyelamat juga meminta lebih banyak kantong jenazah, setelah bencana banjir yang menewaskan ribuan orang dan menghanyutkan puluhan ribu orang ke laut.

img_title Polda Metro Pulangkan 3 WNI Korban TPPO dari Libya, Satu Alami Sakit Paru usai Diduga Dieksploitasi

Sebagian besar kota di kawasan Mediterania itu tersapu oleh semburan air yang dihasilkan oleh badai dahsyat, pada Minggu malam, 10 September 2023.

Insiden itu membuat bendungan di atas kota tersebut jebol, dan gedung-gedung bertingkat runtuh saat warga sedang tidur di dalamnya.

img_title Terungkap! 3 WNI Korban TPPO Dipulangkan dari Libya dalam Kondisi Sakit, 41 Orang Masih Tertahan

Libya Diterpa Banjir Besar, Ribuan Orang Hilang

Photo :
  • AP Photo

Para pejabat menyebutkan jumlah orang hilang sebanyak 10.000 orang.  LBadan bantuan PBB OCHA juga mengatakan jumlah korban tewas setidaknya mencapai 5.000 orang.

img_title BPBD Ungkap Banjir di Kota Padang Meluas ke 3 Kecamatan

Usama Al Husadi, seorang pengemudi berusia 52 tahun, sedang mencari istri dan lima anaknya sejak bencana itu terjadi di Libia.

“Saya berjalan kaki mencari mereka. Saya pergi ke semua rumah sakit dan sekolah tetapi tidak berhasil,” katanya sambil menangis, dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 14 September 2023.

Husadi, yang sedang bekerja pada malam badai itu, menghubungi nomor telepon istrinya. Namun, ponsel istrinya itu dimatikan.

Banjir bandang di Libia.

Photo :
  • AP Photo/Jamal Alkomaty

“Kami kehilangan sedikitnya 50 anggota keluarga, ayah saya masuk diantara orang hilang dan meninggal,” ujarnya.

Pantai dipenuhi dengan pakaian, mainan, perabotan, sepatu, dan harta benda lainnya yang tersapu arus deras dari rumah-rumah.

Jalanan tertutup lumpur tebal dan dipenuhi pepohonan tumbang serta ratusan mobil rusak, terbalik, bahkan terjepit di balkon lantai dua sebuah bangunan yang hancur.

“Saya bertahan hidup bersama istri saya, tetapi saya kehilangan saudara perempuan saya,” kata Mohamed Mohsen Bujmila, seorang insinyur berusia 41 tahun.

“Adikku tinggal di pusat kota, di mana sebagian besar kehancuran terjadi. Kami menemukan mayat suami dan putranya dan menguburkan mereka.”

Dia juga menemukan mayat dua orang asing di apartemennya. Ketika dia berbicara, tim pencarian dan penyelamatan Mesir di dekatnya menemukan mayat tetangganya.

“Ini Bibi Khadijah, semoga Tuhan mengabulkan surganya,” kata Bujmila.

Kerusakan terlihat jelas dari titik-titik tinggi di atas Derna, di mana pusat kota yang padat penduduk, kini berubah menjadi tanah datar berbentuk bulan sabit dengan hamparan air berlumpur yang berkilauan di bawah sinar matahari. Semua bangunan di wilayah itu juga tersapu air.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut