Fakta-fakta Banjir Libya, 3.166 Tewas, 10 Ribu Orang Dinyatakan Hilang

Kuburan massa di Libya
Sumber :
  • Al Jazeera

Kemarahan meningkat di kalangan warga Libya, banyak di antara mereka mengungkapkan kemarahannya di media sosial setelah para ahli mengatakan bahwa upaya evakuasi yang tidak memadai menjelang badai dan kegagalan dalam mempertahankan bendungan penting telah menyebabkan tingginya angka kematian.

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Para pejabat memperkirakan jumlah korban tewas akan terus meningkat ketika mereka berjuang untuk menemukan jenazah di kota pesisir tersebut, di mana runtuhnya dua bendungan memperburuk banjir yang disebabkan oleh badai yang melanda wilayah Mediterania timur.

Kuburan massa di Libya

Photo :
  • Al Jazeera
img_title TNI Berhasil Evakuasi Korban Penembakan OPM dari Jurang Sedalam 50 Mete di Yahukimor

“Mereka (para korban) dimakamkan di tiga kuburan massal. Tidak ada waktu atau ruang untuk menguburkan mereka dalam satu kuburan,” kata Osama Ali, juru bicara Pusat Ambulans dan Darurat di Libya. “Kami memindahkan 500 jenazah dalam satu kali operasi.”

Ali mengatakan jumlah korban tewas yang dikonfirmasi telah meningkat menjadi 5.500 dan bisa bertambah, seraya menambahkan bahwa wilayah Derna berukuran 10 km kali 10 km telah “hancur total”.

img_title Fitur Ini Bikin Pengguna Jetour T2 i-DM Enggak Waswas saat Terjang Banjir

Lebih dari 1.000 jenazah berhasil dikumpulkan, termasuk setidaknya 700 jenazah yang telah dikuburkan sejauh ini, kata Menteri Kesehatan Libya Timur. Otoritas ambulans Derna menyebutkan jumlah korban yang mereka bawa saat ini mencapai 2.300 orang.

Rekaman menunjukkan puluhan jenazah ditutupi selimut di halaman salah satu rumah sakit. Gambar lain menunjukkan kuburan massal yang dipenuhi mayat. Lebih dari 1.500 jenazah dikumpulkan, dan setengah dari mereka telah dikuburkan pada Selasa malam, kata menteri kesehatan Libya timur.

Mengapa Libya sangat hancur?

Meskipun ribuan orang tewas dan masih banyak lagi yang hilang, timbul pertanyaan mengapa badai yang juga melanda Yunani, Turki dan Bulgaria, dengan banjir besar yang menewaskan lebih dari 20 orang ini, menyebabkan lebih banyak kehancuran di Libya.

Para ahli mengatakan bahwa selain badai dahsyat itu sendiri, bencana yang terjadi di Libya juga diperburuk oleh berbagai faktor yang mematikan, termasuk penuaan, infrastruktur yang rusak, peringatan yang tidak memadai, dan dampak krisis iklim yang semakin cepat.

Derna rentan terhadap banjir, dan waduk bendungannya telah menyebabkan setidaknya lima banjir mematikan sejak tahun 1942, yang terakhir terjadi pada tahun 2011, menurut sebuah makalah penelitian yang diterbitkan oleh Universitas Sebha Libya tahun lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut