Sosok Tak Disangka Ini Berhasil Buat Elon Musk Boncos Ratusan Trilun

Elon Musk.
Sumber :
  • WIRED

Jakarta – Pengadilan di Delaware, Amerika Serikat, memutuskan untuk mengabulkan tuntutan dari seorang pemegang saham Tesla yang bertujuan untuk membatalkan paket gaji Elon Musk di perusahaan manufaktur mobil listrik tersebut.

img_title Kubu Febrie Adriansyah Siapkan Serangan Balik, Dua Praperadilan Sekaligus ke Kejagung dan Polri

Dilansir dari The Wall Street Journal, Selasa, 6 Januari 2024, keputusan ini diambil setelah melalui perjuangan selama 5 tahun dan dibantu oleh seorang pengacara berpengalaman dengan puluhan tahun di bidangnya.

Elon Musk.

Photo :
  • Driving.ca
img_title Tes Insolvensi Wajib Dinilai Mampu Lindungi Perusahaan Sehat dari Pailit Prematur, Begini Penjelasannya

Pengacara tersebut sebelumnya telah mewakili beberapa perusahaan besar seperti Goldman Sachs dan 21st Century Fox, serta baru-baru ini mewakili seorang pemegang saham Tesla yang juga aktif bermain drum di sebuah band heavy-metal.

Tuntutan yang diajukan pada tahun 2018 tersebut menyatakan bahwa Elon Musk, sebagai CEO Tesla, memiliki kontrol atas proses pengambilan keputusan, dan bahwa para eksekutif memberikan informasi yang menyesatkan kepada para investor yang kemudian menyetujuinya.

img_title Aksi Main Hakim Sendiri Disebut Mengancam Supremasi Hukum

Musk membantah klaim ini dengan menyatakan bahwa dia tidak menentukan ketentuan rencana gaji tersebut.

Hakim Kathaleen McCormick, yang menangani kasus ini, menyatakan bahwa proses untuk mendapatkan persetujuan atas kompensasi Elon Musk dianggap "sangat cacat." Beliau juga memberikan persetujuan untuk membatalkan paket gaji CEO senilai maksimum US$55,8 miliar (Rp852 triliun) minggu ini.

Pengacara Greg Varallo, yang merespons keputusan tersebut, menyatakan bahwa hasilnya "akan membuat seolah-olah (paket kompensasi) tidak pernah ada."

Varallo, sebagai kuasa hukum utama penggugat, yang juga merupakan pemegang saham individu Tesla bernama Richard Tornetta, dan timnya berhasil mengalahkan tim pengacara yang dipimpin oleh firma hukum kelas berat New York Cravath, Swaine & Moore, dan mantan kepala firma tersebut, Evan Chesler.

Kasus ini awalnya diajukan oleh pengacara dari Friedman Oster & Tejtel dan Andrews & Springer di pengadilan Delaware. Friedman Oster & Tejtel adalah firma hukum berbasis di New York yang mengkhususkan diri dalam kasus pelanggaran perusahaan di Delaware.

Pada tahun 2021, Varallo dan beberapa pengacara lainnya dari Bernstein, Litowitz, Berger & Grossmann bergabung dalam litigasi ini.

Elon Musk.

Photo :
  • Stars and Stripes

Pada saat itu, Tornetta baru saja berhasil melalui mosi yang dikeluarkan oleh dewan direksi Tesla, meningkatkan kemungkinan kasus ini bisa lanjut ke persidangan. Sejak saat itu, Varallo menjadi bagian dari tim kuasa hukum Tornetta dalam upaya besar-besaran ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut