Belum Siap Perang Timur Tengah, Kini Jerman Katakan 'Siapkan Perang Melawan Rusia'
- lrt.it
Rekaman percakapan berdurasi 38 menit tersebut menampilkan para perwira militer yang berdiskusi dalam bahasa Jerman bagaimana rudal jelajah jarak jauh Taurus dapat digunakan oleh Ukraina untuk melawan invasi pasukan Rusia.
Dalam rekaman tersebut, terdengar diskusi tentang kemungkinan penggunaan rudal Taurus buatan Jerman oleh pasukan Ukraina dan potensi dampaknya.
Ukraina memang telah lama meminta Jerman untuk menyediakan rudal Taurus, yang dapat mencapai target hingga 500 kilometer jauhnya. Namun Kanselir Jerman Olaf Scholz sejauh ini menolak mengirimkan rudal tersebut karena khawatir hal itu akan meningkatkan eskalasi konflik.
Dalam rekaman tersebut, para perwira Bundeswehr terdengar mendiskusikan berbagai detail tentang kemungkinan penggunaan rudal Taurus, termasuk jumlah tertentu.
Mereka sempat berspekulasi apakah rudal tersebut dapat digunakan untuk menghantam jembatan utama di selat Kerch yang menghubungkan daratan Rusia ke Krimea, yang telah dicaplok oleh Rusia pada tahun 2014.
Pembicaraan juga beralih ke rudal jarak jauh yang dipasok oleh Prancis dan Inggris ke Ukraina, dengan mengacu pada tentara Inggris di lapangan.
Kantor Perdana Menteri Inggris mengatakan “sejumlah kecil personel” berada di Ukraina untuk memberikan keamanan bagi diplomat dan mendukung pasukan Ukraina, termasuk petugas medis, namun menolak berkomentar mengenai masalah operasional. Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, “Penggunaan Storm Shadow (misil) oleh Ukraina dan proses pentargetannya adalah urusan Angkatan Bersenjata Ukraina”.
Sumber diplomatik Ukraina juga mengatakan bahwa “semua dinas rahasia Eropa hadir di Ukraina, tetapi mereka bukan unit tempur”. Sumber tersebut menambahkan bahwa ketika sekutu memasok persenjataan ke Kyiv, “para ahli ada di lapangan” datang untuk membantu pelatihan dan penggunaannya.
Rapat dan percakapan tersebut diadakan di WebEx, platform publik populer untuk pertemuan audio dan video.
VoxPop Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr)
- lrt.it
Menurut Menteri Pertahanan Boris Pistorius, platform tersebut sah digunakan oleh Bundeswehr untuk pertemuan tertentu, dengan langkah pengamanan ekstra. Namun, ada peserta yang kemungkin menggunakan pengaturan keamanan yang salah atau platform yang salah untuk percakapan semacam itu secara umum, kata Pistorius.
Roderich Kiesewetter, dari oposisi konservatif Jerman, menyatakan bahwa seorang peserta Rusia mungkin memiliki akses langsung ke konferensi tersebut, seperti penyusup, meskipun tidak jelas bagaimana caranya. “Sejumlah percakapan lainnya pasti telah disadap dan mungkin dibocorkan di kemudian hari demi keuntungan Rusia,” kata Kiesewetter kepada media Jerman ZDF.
