Israel Jatuhkan Selebaran Ramadan soal Makanan, Bikin Warga Palestina Murka

Selebaran yang Dijatuhkan Israel (Doc: X)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Natania Longdong

Gaza – Warga Palestina mengecam tindakan Israel yang menjatuhkan selebaran di Gaza yang menandai bulan suci Ramadan. Mereka menilai bahwa selebaran itu sebagai bentuk penyiksaan psikologis.

img_title Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Selebaran tersebut menyerukan kepada warga untuk memberi makan kepada yang membutuhkan dan berbicara dengan baik pada saat ratusan ribu orang di wilayah tersebut dalam risiko kelaparan karena blokade Israel terhadap makanan dan air.

Warga Palestina mengungsi di Rafah akibat pemboman Israel di Jalur Gaza

Photo :
  • AP Photo/Hatem Ali
img_title Massive Attack Ungkap Kronologi Usai Ditahan di Singapura karena Kibarkan Bendera Palestina Saat Konser

Setidaknya 20 orang tewas karena dehidrasi dan kekurangan gizi sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, menyusul keputusan Israel untuk memutus semua makanan, bantuan, listrik, dan bahan bakar untuk wilayah kantong yang terkepung tersebut.

Dilansir dari Middle East Eye, Jumat, 8 Maret 2024, selebaran yang ditulis dalam bahasa Arab itu memuat gambar lampion yang biasa digunakan sebagai dekorasi Ramadan.

img_title Band Inggris Ini Dicekal Masuk Lagi ke Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina

Ini termasuk doa memohon kepada Tuhan agar puasa diterima dan dosa diampuni, dan agar warga Palestina di wilayah tersebut mendapatkan buka puasa yang nikmat.

Para jurnalis dan aktivis mengecam selebaran tersebut dan menyatakan bahwa kelaparan tidak akan meluas di Gaza jika bukan karena Israel.

Pengacara hak asasi manusia May el-Sadany menyebut tindakan tersebut sangat bejat, dan menambahkan bahwa Israel bertanggung jawab atas kelaparan rakyat Palestina.

Jurnalis Palestina Hebh Jamal menyebutnya sebagai penyiksaan psikologis.

“Memberi makan yang membutuhkan? Jadi seperti seluruh Gaza (saling memberi makan? (Ini adalah sesuatu) yang tidak bisa mereka lakukan karena Israel memutus pasokan makanan mereka," kata Jamal.

Warga Palestina bikij oven tanah liat

Photo :
  • Aljazeera.com

Ramadan akan dimulai minggu depan, dengan sekitar dua juta warga Palestina di Gaza menjadi pengungsi menurut PBB.

Banyak yang mencari perlindungan di kamp-kamp pengungsi, sekolah, dan tempat penampungan sementara.

Setidaknya 30.000 warga Palestina di Gaza juga telah terbunuh sejak 7 Oktober, dan setidaknya 70.000 orang terluka, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang mengenai awal bulan suci Ramadan.

Gaza berada di ambang kelaparan, kata kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada akhir Februari lalu.

“Terakhir kali UNRWA bisa mengantarkan bantuan pangan ke Gaza utara adalah pada 23 Januari,” tulis Philippe Lazzarini di media sosial.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut