Petaka Helikopter Usang Presiden Raisi, Rekor Buruk Penerbangan Iran Jadi Sorotan
- (Ali Hamed Haghdoust/IRNA melalui AP)
Aviation Safety Network mencatat 22 kecelakaan udara fatal terjadi di Iran sejak tahun 2000. Bahkan, sejak 1919, ASN mencatat 152 kecelakaan udara di Iran, jauh lebih tinggi dibandingkan Mesir yang mencatat 126 kecelakaan udara.
Sejauh ini, kecelakaan UIA merupakan yang terburuk di Iran sejak Februari 2003, ketika 275 orang tewas saat pesawat Ilyushin Il-76MD buatan Rusia yang membawa personel Korps Garda Revolusi Islam jatuh di gunung dekat kota Kerman saat angin kencang.
Helikopter Jatuh
Sebelumnya diberitakan, helikopter yang mengangkut Presiden Iran Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, dan pejabat lainnya jatuh di Varzaqan, Provinsi Azerbaijan Timur, Minggu, 19 Mei 2024.
Insiden itu terjadi saat Presiden Raisi bersama rombongan dalam perjalanan ke Kota Tabriz, setelah dia meresmikan Bendungan Qiz Qalasi di wilayah Khoda Afarin, Provinsi Azerbaijan Timur, yang berbatasan langsung dengan Azerbaijan, Sabtu.
IRNA, kantor berita resmi Iran, sekitar beberapa jam lalu menyebutkan Presiden Raisi meninggal dunia akibat insiden tersebut. Informasi itu dikonfirmasi oleh pejabat setempat yang datang langsung ke lokasi kejadian.
Sejauh ini, sumber yang sama belum menyebutkan kondisi dari penumpang lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian.
Terkait insiden itu, Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinannya. "Pemerintah Indonesia mengikuti dengan penuh keprihatinan musibah yang menimpa helikopter yang membawa Presiden Iran, Yang Mulia Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Iran, Yang Mulia Hossein Amir-Abdollahian, dan para delegasi yang menyertainya. Teriring doa kami bagi mereka dan seluruh rakyat Iran," demikian siaran resmi Kementerian Luar Negeri RI
