Ingat Lagi Tragedi Terowongan Mina 1990 yang Tewaskan 1.426 Jemaah, Terburuk dalam Sejarah Haji

Jamaah Haji memasuki Terowongan Mina
Sumber :
  • YouTube VoxPop

VoxPop –  Pada 2 Juli 1990, tragedi terowongan Mina Arab Saudi menjadi catatan kelam ibadah haji terburuk dalam sejarah, bagaimana tidak, tragedi itu memakan korban jiwa lebih dari 1.000 orang yang sedang ibadah haji.

img_title BPS Ungkap Haji 2026 Sumbang Rp8,78 Triliun ke Ekonomi RI, Belanja Jamaah Masih Banyak Mengalir ke Arab Saudi

Kala itu umat muslim di berbagai dunia berduka atas tragedi terowongan Mina, khususnya Indonesia karena menjadi negara dengan jemaah yang paling banyak memakan korban jiwa.

Bahkan Presiden Soeharto pada 6 Juli atau empat hari setelah tragedi, memerintahkan untuk pengibaran bendera setengah tiang sebagai bentuk rasa duka yang amat dalam dari Indonesia.

img_title Danantara Sambut Tawaran Kepemilikan Saham di Airport Madinah, Rosan: Kita Jajaki

Terowongan di Mina

Photo :
  • ibadahaji.wordpress.com

Pemerintah Republik Indonesia menetapkan hari itu sebagai hari berkabung nasional, di mana masjid-masjid di Tanah Air menggelar salat gaib bagi jemaah haji yang gugur di Mina pada peristiwa 2 Juli 1990.

img_title Tak Hanya Masyarakat RI, Istana Ungkap WN AS hingga Arab Saudi Ikut War Tiket Upacara HUT ke-81

Terowongan Mina merupakan terowongan pejalan kaki yang membentang di bawah pegunungan, struktur penghubung ini dibangun sepanjang 550 meter dengan lebar 18 meter yang berfungsi jalur khusus jamaah untuk melempar jumrah.

Momen di mana kesyahduan dalam seruan taliyah tiba-tiba berubah menjadi momen mematikan, tragedi itu bermula ketika terowongan al-Muaisim disesaki sekitar 50 ribu orang yang sedang berangkat ke tempat lempar jumrah.

Dalam kondisi penuh sesak jemaah, tiba-tiba arus jemaah tidak bisa bergerak, dari situlah terjadi saling desak antar jemaah yang menuju dan hendak keluar, arus yang seharusnya lancar dan searah menjadi tidak teratur karena ada yang masuk dan keluar.

Kondisi ini diperparah dengan suhu udara yang panas mencapai 44,44 derajat celcius ditambah ventilasi udara yang diduga tidak berfungsi, membuat para jamaah sesak nafas dan panik, mereka mencari perlindungan dengan keluar dari terowongan.

Terowongan Mina

Photo :
  • Beno Junianto/VoxPop.co.id

Lokasi kejadian terjadi pada 10 meter ujung terowongan, dan 20 meter ujung pada jembatan layang, padahal terowongan tersebut berkapasitas 26 ribu orang, artinya kala itu situasi sesak diisi hampir dua kali lipat dari daya tampung seharusnya.

Akibat peristiwa memilukan itu, berdasarkan laporan dari Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Nayef, korban meninggal dunia mencapai 1.426 jemaah, di mana 646 diantaranya merupakan jemaah asal Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut