Arab Saudi Bakal Rombak Istana Jadi Hotel Mewah, Ada Spa hingga Restoran Michelin
- VoxPop.co.id/Natania Longdong
Riyadh – Istana kerajaan di seluruh Arab Saudi, termasuk bekas kediaman Raja Saud bin Abdulaziz dan pernah menjadi tuan rumah bagi tokoh internasional seperti mantan Presiden AS Richard Nixon dan mendiang Putri Diana, sedang menjalani proyek renovasi dan restorasi untuk melestarikan situs bersejarah dan mengubahnya menjadi destinasi wisata mewah.
Perusahaan perhotelan milik PIF, Boutique Group, mengubah beberapa istana budaya dan sejarah di seluruh Arab Saudi menjadi hotel butik ultra-mewah sebagai bagian dari rencana pariwisata ambisius Arab Saudi berdasarkan Visi 2030.
Istana Al Hamra (Doc: Alarabiya)
- VoxPop.co.id/Natania Longdong
Tiga istana, termasuk Istana Merah dan Istana Tuwaiq di Riyadh, serta Istana al-Hamra di Jeddah. Ketiganya saat ini sedang dikembangkan, dan beberapa lainnya sedang dipertimbangkan, menurut CEO Boutique Group Mark De Cocinis.
“Masing-masing properti ini menawarkan jendela unik ke dalam budaya dan warisan Arab Saudi yang luas serta keragaman wilayah yang mereka sebut sebagai rumah,” kata De Cocinis kepada Al Arabiya English.
Tiga Istana Sedang Direnovasi
Istana Al Hamra, terletak di sepanjang corniche ikonik Jeddah dan dibangun pada akhir tahun 1960-an. Istana itu awalnya dibangun sebagai kediaman kerajaan Raja Faisal bin Abdulaziz.
"Namun, setelah pembangunannya selesai, penguasa malah memilih untuk mengubahnya menjadi tempat keramahtamahan bagi tamu terhormat Jeddah,” ucap De Cocinis.
Selama bertahun-tahun, negara ini menjadi tuan rumah bagi berbagai presiden negara-negara Arab dan Islam hingga tokoh internasional, termasuk Richard Nixon, mantan Presiden Prancis Jacques Chirac, Putri Diana, dan Raja Charles III dari Inggris.
Istana Tuwaiq, menghadap Wadi Hanifa, terletak di Kawasan Diplomatik Riyadh.
Dirancang oleh Atelier Frei Otto bekerja sama dengan Buro Huppold dan Omrania, gedung ini dibuka pada tahun 1985 dan menerima Penghargaan Aga Khan untuk Arsitektur tahun 1998.
“Salah satu landmark arsitektur paling dikagumi di Riyadh, desainnya menggabungkan elemen benteng gurun yang ikonik dan tenda Badui, dengan pengaruh estetika tradisional dari wilayah Najd tengah,” menurut De Cocinis, dikutip dari Alarabiya, Rabu, 24 Juli 2024.
Ilustrasi Kota Arab Saudi (Doc: Alarabiya)
- VoxPop.co.id/Natania Longdong
