Hizbullah Luncurkan Roket dan Tewaskan 12 Remaja di Lapangan Sepak Bola Israel

VoxPop Militer: Serangan roket milisi Hizbullah Lebanon ke Israel
Sumber :
  • israelhayom.com

Tel Aviv – Timur Tengah bersiap menghadapi potensi peningkatan kekerasan, pada Minggu, 28 Juli 2024, setelah sebuah roket dari Lebanon menghantam lapangan sepak bola di Dataran Tinggi Golan, yang menewaskan 12 anak-anak dan remaja Israel. Menurut IDF, ini adalah serangan paling mematikan terhadap warga sipil sejak 7 Oktober.

img_title Penduduk Miskin di Jakarta 432 Ribu Orang, Terendah Ketiga Secara Nasional Setelah Bali dan Kalsel

Selain itu, serangan itu juga menimbulkan kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas antara Israel dan Hizbullah.

Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan pihaknya tengah berbicara dengan mitra Israel dan Lebanon dan berupaya mencari solusi diplomatik untuk mengakhiri semua serangan di wilayah perbatasan antara Israel dan Lebanon.

img_title Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

VoxPop Militer: Serangan rudal milisi Hizbullah Lebanon ke Israel

Photo :
  • alarabiya.net

Serangan hari Sabtu, 27 Juli 2024, terjadi saat Israel dan Hamas sedang merundingkan usulan gencatan senjata untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir 10 bulan di Gaza.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Diketahui, sebuah roket menghantam lapangan sepak bola tempat puluhan anak-anak dan remaja bermain di kota Druze Majdal Shams, sekitar 12 kilometer (7 mil) selatan Lebanon dan di sebelah perbatasan Suriah. 12 orang tewas dan 20 lainnya terluka, menurut militer Israel.

“Saya merasakan kegelapan di dalam dan luar. Tidak ada yang seperti ini terjadi di sini,” kata penduduk Anan Abu Saleh, dikutip dari India Today, Senin, 29 Juli 2024.

VoxPop Militer: Serangan rudal Hizbullah Lebanon ke Israel

Photo :
  • aljazeera.com

“Tidak ada cara untuk menjelaskan ini. Saya melihat anak-anak, saya tidak ingin mengatakan apa yang saya lihat, tetapi ini mengerikan, sangat mengerikan. Kami membutuhkan lebih banyak keamanan.”

Pada hari Minggu, peti jenazah melewati kerumunan ribuan orang. Foto-foto pemuda dipajang di bundaran saat penduduk menyalakan lilin saat senja.

Militer Israel mengatakan sedang menyelidiki mengapa roket itu tidak dicegat dan mempertanyakan apakah hal itu mungkin terjadi mengingat jarak tempuhnya yang pendek dan waktu reaksi yang singkat.

Sebagai informasi, Druze adalah sekte keagamaan yang dimulai sebagai cabang dari Islam Syiah dan memiliki komunitas di Israel, Suriah, dan Lebanon. Ada sekitar 25.000 orang Druze di Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel, menurut Yusri Hazran dari Universitas Ibrani.

Druze dianggap sebagai salah satu warga Israel yang paling setia, meskipun mereka yang berada di Dataran Tinggi Golan memiliki hubungan yang lebih tegang dengan pihak berwenang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut