Aktivis Greta Thunberg Dideportasi Israel ke Swedia Via Prancis
- X
Dicegat Tentara Israel
Kapal Madleen yang berlayar dengan bendera Inggris dicegat oleh pasukan Israel pada Senin pagi, sebelum berhasil mencapai Gaza. Setelah digeledah, kapal tersebut kemudian ditarik menuju pelabuhan di wilayah Israel.
Kapal ini mengangkut total 12 orang yang tergabung dalam misi kemanusiaan: 11 aktivis dari berbagai negara dan seorang jurnalis. Selain Greta Thunberg, beberapa nama lain yang turut ditahan antara lain Yasemin Acar dari Jerman; Baptiste Andre, Pascal Maurieras, Yanis Mhamdi, Reva Viard, dan jurnalis Al Jazeera Mubasher Omar Faiad dari Prancis; Thiago Avila dari Brasil; Suayb Ordu dari Turki; Sergio Toribio dari Spanyol; dan Marco van Rennes dari Belanda.
Salah satu tokoh penting yang juga turut ditahan adalah Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina.
Misi ini diorganisasi oleh koalisi Freedom Flotilla, yang mengirim Madleen dari Sisilia, Italia, dengan tujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, wilayah kantong Palestina yang telah diblokade total oleh Israel sejak Maret lalu.
Di dalam kapal, bantuan yang dibawa mencakup kebutuhan darurat seperti susu formula bayi, beras, tepung, popok, pembalut wanita, perlengkapan medis, alat penyuling air, kruk, hingga kaki dan tangan palsu untuk anak-anak korban perang.
Situasi kemanusiaan di Gaza saat ini berada di ambang krisis. Blokade total Israel membuat 2,4 juta warga di wilayah tersebut berada dalam ancaman kelaparan, sebagaimana telah diperingatkan berbagai badan internasional.
Di tengah krisis yang terus memburuk, Israel juga menghadapi tekanan hukum internasional. Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang di Gaza.
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tindakannya terhadap warga sipil Palestina.
