Skandal Keracunan Timbal, Manajemen TK di Tiongkok Diduga Suap Pejabat dan Manipulasi Tes
- Ist
Tidak Ada Pemeriksaan Makanan Selama Dua Tahun
Laporan juga mencatat tidak adanya inspeksi rutin keamanan pangan di fasilitas tersebut selama dua tahun terakhir. Rekaman yang ditayangkan oleh media pemerintah memperlihatkan staf dapur menambahkan pigmen cat ke makanan yang disajikan.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa seluruh 247 anak telah mendapatkan perawatan, dengan hanya satu anak yang masih dirawat di rumah sakit.
Video yang tidak dapat diverifikasi oleh ABC muncul di media sosial China pada akhir pekan, tampaknya memperlihatkan orang tua yang mengkonfrontasi polisi dan pihak berwenang tentang kontaminasi timbal.
Dalam salah satu video, seorang ayah menyampaikan hasil tes darah anaknya dari provinsi tetangga yang menunjukkan kadar timbal delapan kali lebih tinggi dibandingkan hasil yang dikeluarkan secara lokal.
Beberapa orang tua bahkan mengaku mendapat perlakuan kasar dari polisi saat memprotes dan menuntut penyelidikan lebih lanjut atas kasus tersebut.
Media lokal mengaitkan kasus ini dengan insiden serupa pada tahun 2006, ketika dua pabrik dekat lokasi taman kanak-kanak dituding mencemari air dan menyebabkan ratusan anak jatuh sakit. Kedua pabrik itu ditutup, namun warga menduga pencemaran lama masih berpengaruh hingga kini.
Pemerintah telah mengambil sampel tanah dan air dari bekas lokasi pabrik dan menyatakan hasilnya memenuhi standar lokal. Namun publik tetap meragukan transparansi laporan tersebut.
Penyelidikan masih berlangsung, sementara desakan masyarakat terhadap pertanggungjawaban penuh dari pihak sekolah dan pejabat setempat terus meningkat.
