Internal Israel Kisruh, Oposisi Tuding Netanyahu Utamakan Koalisi dibanding Keamanan Negara

VoxPop Militer: Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu
Sumber :
  • Flash90/Chaim Goldberg

Jakarta, VoxPop – Ketua partai oposisi Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, mengkritik tajam Benjamin Netanyahu dengan menuduhnya membawa "kehancuran politik", dengan lebih memprioritaskan kelangsungan koalisi daripada keamanan Israel.

img_title Hadapi Ancaman Houthi di Laut Merah & Selat Bab el-Mandeb, Pemerintah Yaman Gandeng Koalisi Saudi

"Kita berada dalam kehancuran politik, kita belum pernah terisolasi seperti ini. Tidak ada manajemen perang, yang ada hanyalah kelangsungan koalisi," kata Lieberman, dikutip Jumat, 5 September 2025.

Lieberman juga mengkritik kurangnya keterlibatan pemerintah dalam negosiasi dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

img_title Terbitkan Surat Internal, Megawati Tegaskan PDIP Tetap Jadi Partai Penyeimbang, Bukan Oposisi!

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Photo :
  • Flash90/Yonatan Sindel

"Yang mengganggu saya adalah ada inisiatif dari Mesir, Qatar, dan AS, tetapi saya tidak melihat adanya proposal dari Israel. Masalah dengan pemerintahan ini adalah pertimbangan politik selalu lebih penting daripada pertimbangan keamanan," ujarnya.

img_title Kembali Memanas! Netanyahu Tegaskan Tak Pernah Minta Izin Trump untuk Serang Iran

Pada 18 Agustus, Hamas menyetujui proposal yang didukung mediator untuk gencatan senjata parsial, dan pertukaran tahanan di Gaza

Namun Israel belum menanggapi, meskipun persyaratannya sejalan dengan tawaran sebelumnya yang diajukan oleh utusan AS, Steve Witkoff, yang telah diterima Tel Aviv.

Sebaliknya, Netanyahu lebih memilih menduduki Kota Gaza dengan dalih membebaskan tawanan dan mengalahkan Hamas, sebuah langkah yang banyak diragukan oleh para penentang dan mantan pejabat. 

Sementara militer Israel sendiri memperingatkan bahwa operasi tersebut menimbulkan risiko serius bagi nyawa para tawanan.

Diketahui, tentara Israel telah melancarkan serangan militer brutal di Jalur Gaza, dan menewaskan lebih dari 63.700 warga Palestina. Kampanye militer tersebut telah menghancurkan daerah kantong yang kini menghadapi bencana kelaparan.

November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan kepala pertahanan, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah tersebut. (Ant).

PM Israel, Benjamin Netanyahu

Netanyahu Tak Takut Ditangkap Negara Anggota ICC atas Dugaan Kejahatan Perang, Ini Alasannya

PM Israel, Benjamin Netanyahu mengaku tidak terlalu kawatir jika dirinya ditangkap oleh banyak negara berdasarkan surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut