450 Aktivis Sumud Flotilla Ditangkap, 11 Armada Tambahan Berlayar ke Gaza Tantang Blokade Israel

Global Sumud Flotilla, relawan dari 44 negara berlayar ke Gaza dari Barcelona
Sumber :
  • Anadolu

VoxPop – Organisasi internasional Freedom Flotilla Coalition (FFC) mengatakan pada hari Kamis, 2 Oktober 2025, bahwa 11 kapal lagi berlayar menuju Jalur Gaza untuk menantang blokade Israel yang telah berlangsung bertahun-tahun.

img_title Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Dalam sebuah pernyataan, FFC mengatakan dua kapal berbendera Italia dan Prancis meninggalkan Otranto, Italia, pada 25 September, dan bergabung dengan kapal Conscience pada 30 September.

Dikatakan bahwa kapal-kapal tersebut diperkirakan akan bertemu dengan konvoi 8 kapal lainnya, "Thousand Madleens to Gaza," dalam beberapa jam. Bersama-sama, kedua kelompok tersebut akan membentuk konvoi 11 kapal menuju Gaza.

img_title KM Sentosa II Terbakar di Laut Jawa, Slamet Ariyadi Minta Evaluasi Kelayakan Kapal

Menurut koalisi tersebut, sekitar 100 orang berada di atas kapal-kapal tersebut, dan telah berlayar di lepas pantai Kreta.

FFC, yang didirikan pada tahun 2008, meluncurkan puluhan misi yang bertujuan untuk mengirimkan bantuan dan menarik perhatian global terhadap krisis kemanusiaan di Jalur Gaza yang dikepung Israel.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

450 Aktivis Flotilla Ditangkap

Konvoi baru ini datang sehari setelah pasukan angkatan laut Israel menyerang dan menyita 42 kapal yang berlayar ke Gaza untuk menentang blokade Israel, serta menahan lebih dari 450 aktivis di dalamnya.

Israel, sebagai kekuatan pendudukan, sebelumnya telah menyerang kapal-kapal yang menuju Gaza, menyita kargo mereka, dan mendeportasi para aktivis di dalamnya.

Israel telah mempertahankan blokade di Gaza, rumah bagi hampir 2,4 juta penduduk, selama hampir 18 tahun, dan semakin memperketat pengepungan pada bulan Maret ketika menutup penyeberangan perbatasan dan memblokir pengiriman makanan dan obat-obatan, yang mendorong daerah kantong itu ke dalam kelaparan.

Sejak Oktober 2023, pemboman Israel telah menewaskan lebih dari 66.200 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia telah berulang kali memperingatkan bahwa daerah kantong itu sedang tidak dapat dihuni lagi, dengan kelaparan dan penyakit menyebar dengan cepat.

Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady

Anggota DPR Dorong Permenhub SPB Direvisi Imbas Rentetan Kecelakaan Kapal di Indonesia

Hamka menilai kecelakaan kapal yang terjadi tidak cukup disikapi hanya dengan investigasi terhadap penyebab insiden, tetapi harus diikuti pembenahan regulasi.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut