Sanae Takaichi Terpilih Menjadi Ketua LDP, Selangkah Lagi Jadi PM Perempuan Pertama Jepang
- Japan Times
Politikus Konservatif Garis Keras
Takaichi, 64, yang akan menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang, menjadi pilihan utama publik. Sementara Koizumi, 44 tahun, putra mantan Perdana Menteri Junichiro Koizumi, mendapat dukungan terbesar dari sesama anggota parlemen, menurut jajak pendapat media.
Takaichi dikenal sebagai politikus konservatif garis keras, dikenal karena kedekatannya dengan mendiang mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, mencalonkan diri untuk kedua kalinya. Meskipun bukan anggota faksi politiknya, Abe memberikan dukungan penuhnya kepada Takaichi dalam pemilihan presiden 2021. Meskipun demikian, Takaichi tersingkir dalam putaran awal.
Sedangkan Koizumi yang berhaluan reformis berpeluang menjadi pemimpin termuda Jepang pascaperang. Hayashi, 64 tahun, politisi moderat dengan pengalaman panjang di kabinet, sempat memperkecil selisih dukungan menjelang pemungutan suara.
Dua kandidat lain adalah mantan Menteri Keamanan Ekonomi Takayuki Kobayashi dan mantan Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi. Seperti Hayashi, keduanya lulusan Universitas Tokyo dan peraih gelar master dari Universitas Harvard.
Pada awal September, Ishiba mengumumkan pengunduran dirinya sebagai tanggung jawab atas kekalahan koalisi dalam pemilihan majelis tinggi pada Juli, yang mempercepat pemilihan ketua partai yang semula dijadwalkan 2027.
Koalisi yang dipimpin Ishiba juga kehilangan mayoritas di majelis rendah pada Oktober 2024, tak lama setelah ia menjabat perdana menteri.
