Presiden Lula Ingin Perdagangan RI-Brasil Tanpa Dolar AS, Ini Alasannya

Presiden Brasil Lula da Silva
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden

Jakarta, VoxPop – Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mendorong sistem perdagangan bebas yang lebih berimbang, termasuk dengan menjajaki penggunaan mata uang masing-masing negara dalam transaksi bilateral, guna mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS.

img_title Bea Cukai Dinilai Sebagai Penjaga Perbatasan Ekonomi Indonesia

"Indonesia dan Brasil tidak menginginkan perang dingin baru. Kita menginginkan perdagangan bebas, dan bahkan lebih jauh, kita ingin menjajaki perdagangan antarnegara dengan menggunakan mata uang masing-masing," kata Lula dalam pernyataannya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Ia menyatakan pentingnya keberanian baru bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia dan Brasil, untuk membangun sistem perdagangan global yang lebih mandiri dan adil.

img_title Kepada Prabowo, Anindya Bakrie Tegaskan Kesiapan Dunia Usaha Bantu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Dikatakan Lula, kedua negara berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan politik tanpa bergantung pada satu kekuatan besar dunia.

Ia mengatakan, bahwa dunia pada abad ke-21 menuntut adanya keberanian untuk berubah, sebuah tekad yang menurutnya belum dimiliki pada abad ke-20.

img_title Tak Berniat Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, India Bikin Dua Tim untuk Hadapi Timnas Indonesia dan Brasil

Presiden Prabowo dan Presiden Brazil Lula da Silva

Photo :
  • Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden

Karena itu, Presiden Lula menyerukan pentingnya multilateralisme dibanding unilateralisme, serta demokrasi ekonomi dibanding proteksionisme.

Presiden Brasil menambahkan bahwa tujuan utama kedua negara adalah pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan rakyat, sebagai wujud tanggung jawab moral dan politik para pemimpin kepada bangsanya.

"Kita ingin bertumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan kehidupan yang layak bagi rakyat, karena itulah mandat yang diberikan kepada kita sebagai pemimpin," katanya. (Ant)

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.008 per dolar AS. Posisi itu menguat 14 poin atau 0,08 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.022 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut