Anggota Parlemen Republik Minta Zohran Mamdani Dideportasi hingga Dicabut Kewarganegaraan AS-nya, Kenapa?
- Reuters
Untuk menjadi warga negara AS, seseorang umumnya harus tinggal secara terus-menerus di negara itu sebagai penduduk tetap selama lima tahun, atau tiga tahun jika menikah dengan warga negara AS.
Proses pencabutan kewarganegaraan (denaturalisation) hanya dapat dilakukan melalui keputusan pengadilan dan sangat jarang diterapkan biasanya hanya terhadap mantan Nazi yang melarikan diri ke AS setelah Perang Dunia II, atau terhadap individu yang terbukti terlibat dalam aktivitas terorisme.
Sementara itu, pengacara Imigrasi, Jeremy McKinney mengungkap bahwa tudinganOgles dan Fine terhadap wali kota New York itu tidak memiliki dasar yang kuat. Dia menyebut bahwa denaturalisation adalah langkah ekstrem dan sangat jarang, yang mengharuskan pemerintah membuktikan adanya pelanggaran hukum atau kebohongan material yang disengaja dengan bukti yang jelas, tegas, dan meyakinkan bahwa fakta tersebut akan mengubah hasil proses naturalisasi.
“Saya belum melihat bukti apa pun yang menunjukkan dia tidak memenuhi syarat saat mengucap sumpah, atau bahwa ada informasi penting yang disembunyikan,” kata dia.
Baik Ogles maupun Fine tidak menanggapi permintaan komentar dari PolitiFact hingga berita ini diterbitkan.
Tuduhan terhadap proses naturalisasi Mamdani dinilai lemah
Upaya untuk menggugat kewarganegaraan Mamdani mulai mencuat pada musim panas, ketika ia terpilih sebagai calon wali kota New York dari Partai Demokrat.
Dalam surat yang dikirim ke Bondi pada bulan Juni, Ogles meminta Departemen Kehakiman memulai proses pencabutan kewarganegaraan terhadap Mamdani dengan alasan bahwa ia mungkin memperoleh kewarganegaraan AS melalui kebohongan atau dengan menyembunyikan dukungan terhadap terorisme.
Ogles mengutip lirik rap yang ditulis Mamdani pada tahun 2017, yang mendukung “Holy Land Five” lima orang dari yayasan amal Muslim Holy Land Foundation yang pada tahun 2008 dihukum karena memberikan dukungan kepada kelompok Hamas. Beberapa pengacara menilai bukti dalam kasus tersebut lemah dan terlalu banyak mengandalkan kesaksian tidak langsung (hearsay).
Ogles dan Fine juga menuduh Mamdani tidak mencantumkan keanggotaannya di organisasi Democratic Socialists of America (DSA) dalam formulir naturalisasi. Menurut mereka, organisasi itu bersifat komunis dan seharusnya membuat Mamdani tidak layak menjadi warga negara.
