Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya Resmi Dibuka: 20 Negara Terlibat!

Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya Resmi Dibuka
Sumber :
  • VoxPop/Muhammad Thoifur

Jakarta, VoxPop – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) bekerja sama dengan Institut Leimena, menggelar Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) pada Selasa, 11 November 2025.

img_title Banyak Acara Internasional Digelar di Tanah Air, Qodari: Jadi Bukti Indonesia Negara yang Aman dan Nyaman

Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) Abdul Mu'ti. Acara yang berlangsung selama dua hari ini digelar di Jakarta dengan format hybrid, menghadirkan peserta dari berbagai penjuru dunia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Muti

Photo :
  • VoxPop/Muhammad Thoifur
img_title Cerita Peserta BPJS Kesehatan Mudahnya Kontrol Berobat

“Kami menyambut baik dan mengucapkan selamat bagi para peserta dari dan dalam luar negeri. Lewat praktik baik yang terjadi secara khusus soal literasi keagamaan lintas budaya di Indonesia diharapakan dapat mempererat keagmaan dan lintas budaya yang ada," kata Abdul Mu'ti di Shangri-La Jakarta, dikutip VoxPop langsung Selasa, 11 November 2025.

Partisipasi Global: Lebih dari 200 Peserta dari 20 Negara

img_title Bukan Cuma Soal Gaji, Ini 5 Hal yang Paling Dicari Gen Z Saat Bekerja

Konferensi ini diikuti lebih dari 200 peserta secara langsung dari 20 negara, termasuk Austria, Denmark, Jepang, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Belanda, Swiss, Inggris, Finlandia, Uzbekistan, Bahama, Bulgaria, serta sejumlah negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Laos, Filipina, Myanmar, dan Kamboja.

Para peserta terdiri dari pejabat pemerintah, akademisi, tokoh agama, pimpinan lembaga internasional, dan guru alumni program LKLB dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain peserta luring, konferensi juga diikuti lebih dari 4.500 peserta secara daring melalui Zoom, menunjukkan antusiasme global terhadap literasi keagamaan lintas budaya.

Konferensi mengangkat tema “Education and Social Trust in Multifaith and Multicultural Societies”, menekankan peran pendidikan dalam membangun sikap saling percaya di masyarakat multiagama dan multikultural.

Program LKLB Indonesia yang diinisiasi Institut Leimena bersama lebih dari 40 lembaga pendidikan dan keagamaan, menunjukkan bahwa kemampuan bekerja sama lintas agama dan kepercayaan memperkuat rasa saling percaya sebagai modal sosial masyarakat.

Hal ini sejalan dengan rekomendasi UNESCO tahun 2021, yang menyatakan bahwa pendidikan masa depan perlu menekankan pedagogi yang memperkuat kerja sama dan solidaritas dalam menghadapi dunia yang semakin terpolarisasi. Literasi keagamaan lintas budaya dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak, sehingga menjadi kerangka bersama untuk belajar saling mengenal dan bekerja sama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut