Teken RUU Akhiri Shutdown AS, Trump Sindir Demokrat 'Pemeras Negara'
- Al Jazeera
Washington, VoxPop – Presiden Donald Trump telah menandatangani rancangan undang-undang (RUU) anggaran, ntuk membuka kembali pemerintahan dan mengakhiri penutupan pemerintahan terlama dalam sejarah AS.
Presiden Trump menandatangani RUU untuk memulai kembali operasi federal setelah DPR AS meloloskan langkah tersebut dengan pemungutan suara dengan agregat 222-209
Penutupan pemerintah AS terlama dalam sejarah berakhir pada hari Rabu, setelah lebih dari 42 hari berlangsung, menyusul pengesahan RUU oleh DPR yang dinegosiasikan oleh Partai Republik dan sekelompok senator yang berpihak pada Partai Demokrat.
Kompromi ini membuka jalan bagi operasi pemerintah untuk kembali normal hingga Januari, sementara masalah berakhirnya kredit pajak untuk Undang-Undang Perawatan Terjangkau, atau program kesehatan Obamacare, yang sebagian besar anggota Partai Demokrat minta diperpanjang dalam kesepakatan apa pun untuk membuka kembali pemerintah, masih belum terselesaikan.
Presiden AS Donald Trump.
- White House
Setelah diumumkan pada akhir pekan, Senat menyetujui kompromi tersebut pada hari Senin, dan DPR mengikutinya dua hari kemudian dengan selisih 222 suara mendukung dan 209 suara menentang, dengan dua suara tidak memberikan suara.
Donald Trump kemudian menandatangani RUU tersebut pada Rabu malam, dengan mengatakan, "Kami mengirimkan pesan yang jelas bahwa kami tidak akan pernah menyerah pada pemerasan, karena memang begitulah adanya ... Partai Demokrat mencoba memeras negara kami." kata Trump
"Partai Republik tidak pernah menginginkan shutdown. Banyak orang sangat terdampak. Kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi lagi," ungkapnya
Enam anggota Partai Demokrat membelot dari partai mereka untuk menyetujui RUU tersebut. Mereka adalah Adam Gray dari California, Tom Suozzi dari New York, Marie Gluesenkamp Perez dari Washington, Don Davis dari North Carolina, Henry Cuellar dari Texas, dan Jared Golden dari Maine. Dua anggota Partai Republik, Thomas Massie dari Kentucky dan Greg Steube dari Florida, menentangnya.
"Penutupan pemerintahan oleh Partai Demokrat akhirnya berakhir berkat dukungan dari anggota Partai Republik di DPR dan Senat," kata pimpinan Partai Republik di DPR dalam sebuah pernyataan.
"Tidak diragukan lagi bahwa Partai Demokrat bertanggung jawab atas jutaan keluarga Amerika yang kelaparan, jutaan pelancong yang terlantar di bandara, dan pasukan kita yang bertanya-tanya apakah mereka akan menerima gaji berikutnya,"
