Jepang Protes ke China karena Imbau Warganya Tak Berkunjung ke Negeri Sakura

Ilustrasi pekerja di Jepang
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VoxPop – Pemerintah Jepang menyampaikan protes kepada China setelah Beijing mengimbau warganya untuk tidak berkunjung ke negara tetangga itu. Hal tersebut terjadi di tengah ketegangan terkait pernyataan terbaru Perdana Menteri Sanae Takaichi mengenai Taiwan. 

img_title 3 Singa Betina di Jepang Mati Diduga Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Tokyo menyerukan respons yang tenang dan menjaga stabilitas hubungan bilateral. Sekretaris Kabinet Minoru Kihara meminta China mengambil langkah yang dianggap tepat tanpa menjelaskan lebih jauh dan mendorong kedua negara melanjutkan dialog.

"Pandangan China tidak sejalan dengan pemahaman Jepang dan bahwa komunikasi berlapis antara kedua negara sangat diperlukan di tengah perbedaan yang masih ada,"ujar Kihara, juru bicara utama pemerintah, kepada para wartawan saat mengunjungi Niigata, barat laut Tokyo, dikutip Minggu 16 November 2025.

img_title Gedung di PIK 2 Kebakaran, Damkar Evakuasi 3 WNA China

Direktur Jenderal Biro Urusan Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Jepang, Masaaki Kanai, juga mendesak Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar China di Tokyo, Shi Yong, untuk mengambil langkah yang tepat.

Pada Jumat (14/11), Kementerian Luar Negeri China meminta warganya menunda perjalanan ke Jepang setelah pernyataan Takaichi mengenai kemungkinan keterlibatan Jepang dalam situasi darurat Taiwan berkembang menjadi perselisihan diplomatik yang lebih luas.

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Sabtu pagi, Ketua Kebijakan Partai Demokrat Liberal, Takayuki Kobayashi, mengatakan kepada wartawan di Prefektur Akita bahwa Jepang akan melanjutkan dialog dan berupaya membangun hubungan yang konstruktif dan stabil dengan China.

Ia juga ingin memastikan alasan di balik langkah Beijing tersebut. Kobayashi menyebut hubungan kedua negara sangat penting dan menegaskan bahwa sikap Jepang terhadap China tidak berubah.

Ketegangan meningkat setelah Takaichi mengatakan pekan lalu bahwa serangan militer China terhadap Taiwan dapat menimbulkan situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang.

Menanggapi pernyataan itu, Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian, menulis di platform X bahwa “leher kotor” harus dipotong tanpa ragu. Kobayashi menilai komentar Xue sangat tidak pantas dan meminta pemerintah mengambil langkah tegas.

China, yang mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, menuntut Takaichi menarik kembali pernyataannya di parlemen. Ada kekhawatiran bahwa Beijing dapat meningkatkan langkah-langkah pembalasan bergantung pada respons pemerintah Jepang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut