Banyak Laporan WN Tiongkok Dipersekusi, China Tuding Keamanan di Jepang Buruk

Jubir Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menjalankan tugas perdana
Sumber :
  • ANTARA/FMPRC

Tokyo, VoxPop – Kedutaan Besar China di Tokyo mengeluarkan peringatan perjalanan terbaru kepada warga negara China di Jepang, dengan alasan situasi keamanan yang memburuk di negara tersebut. Peringatan itu muncul seiring perselisihan diplomatik kedua negara.

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Peringatan tersebut meminta warga negara Tiongkok di Jepang untuk meningkatkan kewaspadaan dan melindungi diri, karena "banyak laporan terbaru" dari para ekspatriat bahwa mereka "dihina, dipukuli, dan dilukai" tanpa provokasi.

Melansir kantor berita Jepang, Kyodo, Jumat, 28 November 2025, data kriminalitas yang diungkapkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang pada Jumat lalu membantah klaim China tersebut.

img_title Membandingkan Game RPG Jepang dan Barat, Dua Filosofi Desain yang Membentuk Industri Game Selama Puluhan Tahun

Data itu menunjukkan bahwa telah terjadi tujuh kasus pembunuhan dan 21 perampokan di Jepang yang melibatkan warga negara China antara Januari dan Oktober tahun ini, dibandingkan dengan 14 pembunuhan, 18 perampokan, dan tiga kasus pembakaran yang menimpa warga China pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut laporan Kyodo, tanpa menyajikan data spesifik, Kedubes China mengatakan jumlah permintaan bantuan dari warga negaranya terkait diskriminasi terhadap mereka di Jepang telah "meningkat secara signifikan, terutama pada November."

img_title 3 Hal Ini Jadi Sorotan China dalam Tantangan Tata Kelola Iklim Global

Kedubes China juga menyoroti data yang dihimpun Badan Kepolisian Nasional Jepang yang menunjukkan jumlah kasus kriminal di negara itu meningkat dari sekitar 568.000 pada 2021 menjadi sekitar 738.000 pada 2024.

Pada Rabu, juru bicara Kemlu China Mao Ning mendesak Tokyo untuk memastikan keselamatan warga China di Jepang, dengan mengatakan "banyak retorika ekstrem dan mengancam terhadap China bisa ditemukan di internet."

Dia juga mengatakan bahwa perwakilan diplomatik China di Jepang baru-baru ini "berkali-kali dilecehkan, baik secara daring maupun luring, oleh para provokator sayap kanan."

Setelah peringatan perjalanan terbaru itu keluar, sejumlah pengguna media sosial China menyerukan rekan-rekan senegaranya untuk menghindari perjalanan ke Jepang "agar tidak menimbulkan masalah" bagi negara mereka, menurut laporan Kyodo.

Pada 16 November, China juga mendesak warganya untuk mempertimbangkan kembali rencana melanjutkan pendidikan di Jepang dengan alasan keamanan.

Ketegangan dua negara dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di parlemen awal November bahwa keadaan darurat Taiwan karena penggunaan kekuatan militer oleh China bisa menjadi "situasi yang mengancam kelangsungan hidup" bagi Jepang, yang memungkinkannya menjalankan hak bela diri kolektif.

Ilustrasi kebakaran

Gedung di PIK 2 Kebakaran, Damkar Evakuasi 3 WNA China

Komandan Damkar Kosambi, Ahmad Husni menjelaskan kebakaran terjadi di salah satu bangunan di kawasan Day Night District (DND) PIK 2 dan 3 WNA China berhasil dievakuasi.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut