Pemerintah Arab Akan Keluarkan Larangan Ambil Video dan Foto Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- Andika Wahyu/MCH 2025
Ia menambahkan bahwa tujuan utamanya adalah menciptakan suasana yang lebih fokus selama masa-masa tersibuk dalam setahun. Selama ini, jemaah sering membagikan foto dan video dari masjid suci kepada keluarga di rumah, dan banyak dari mereka menganggap dokumentasi tersebut sebagai bagian penting dari perjalanan ibadah. Beberapa agen perjalanan juga memanfaatkan foto dari klien untuk promosi paket berikutnya.
Namun, petugas keamanan mencatat bahwa meningkatnya penggunaan ponsel telah membuat semakin banyak orang berhenti, berpose, atau mengangkat ponsel di atas kerumunan saat waktu ibadah. Menurut pejabat, hal-hal seperti ini menyebabkan penyempitan arus jemaah di pintu masuk maupun di sekitar Ka'bah. Perselisihan juga sering muncul ketika ada jemaah yang merasa direkam tanpa persetujuan.
Perwakilan salah satu kelompok haji internasional mengatakan bahwa banyak jemaah mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan aturan baru ini.
“Jemaah harus memahami bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari manajemen pergerakan, dan kami akan mengimbau agar mereka mematuhinya demi menjaga kelancaran arus di dalam masjid,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aturan baru ini akan disampaikan kepada para calon jemaah dalam sesi pengarahan sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
Kementerian menyatakan bahwa larangan tersebut akan tetap berlaku sepanjang musim haji tahun ini. Kementerian juga akan memberikan pembaruan melalui saluran resmi jika ada instruksi tambahan. Petugas keamanan di Makkah dan Madinah telah mulai bersiap untuk proses penerapan, bekerja sama dengan pengelola masjid agar aturan ini dapat dipahami oleh seluruh pengunjung.
Langkah ini menunjukkan upaya serius untuk menjaga ketertiban dan mengurangi gesekan di lokasi yang menerima jumlah jemaah terbanyak di dunia Muslim.
