Kanada Batal 'Sepakat' soal Perdagangan Bebas dengan China usai Trump Ancam Tarif 100 Persen

Perdana Menteri Kanada Mark Carney
Sumber :
  • Jeff McIntosh/The Canadian Press via AP

Ottawa, VoxPop – Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan, negaranya 'tidak memiliki niat' untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China, menyusul peringatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait rencana penerapan tarif 100 persen terhadap ekspor Kanada.

img_title 3 Hal Ini Jadi Sorotan China dalam Tantangan Tata Kelola Iklim Global

Carney menegaskan bahwa Ottawa tetap berkomitmen pada kewajibannya dalam Perjanjian Kanada-Amerika Serikat-Meksiko (CUSMA), serta tidak akan melanjutkan kesepakatan perdagangan apa pun tanpa melalui proses konsultasi.

Dalam unggahan di Truth Social, Sabtu, Trump menuduh Carney berupaya menjadikan Kanada sebagai “pelabuhan transit” bagi produk China. “Ia sangat keliru,” tulis Trump.

img_title Ketum PSSI: China Ikut Berebut Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Ketegangan meningkat setelah Trump mencabut undangan Ottawa untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace, dengan merujuk pada pidato Carney di World Economic Forum (WEF) yang memperingatkan bahaya pemaksaan ekonomi oleh negara-negara besar.

Meski sebelumnya Trump mendukung upaya Kanada untuk menjajaki hubungan dagang dengan China, pemerintahan AS kini memandang “kesepakatan awal” Ottawa dengan Beijing sebagai risiko terhadap keamanan perdagangan AS.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Kesepakatan yang diselesaikan pada 16 Januari itu memungkinkan masuknya 49.000 kendaraan listrik buatan China ke Kanada setiap tahun dengan tarif sebesar 6,1 persen.

Sebagai imbalan, Beijing akan menurunkan tarif atas ekspor produk pertanian Kanada, termasuk minyak biji kanola, dari 85 persen menjadi 15 persen mulai 1 Maret.

Produk lainnya, seperti bungkil kanola, lobster, kepiting, dan kacang polong asal Kanada, akan dibebaskan dari tarif antidiskriminasi China setidaknya hingga akhir 2026.

“Kesepakatan ini memperbaiki sejumlah persoalan yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir,” kata Carney. “Kesepakatan ini sepenuhnya sejalan dengan CUSMA.” (Ant)

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah Teheran dan negara di Timur Tengah meminta waktu selesaikan kesepakatan damai.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut