Tak Hanya Cantik, Tokyo Juga Menyimpan Sisi Gelap yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri
- Tripzilla
3. Makam Taira no Masakado
Taira no Masakado, seorang samurai abad ke-10 yang warisannya jauh dari kata damai. Makamnya di kawasan Ōtemachi, Tokyo, dikelilingi patung-patung batu berbentuk katak dan kodok merujuk pada legenda bahwa Masakado mampu mengendalikan hewan-hewan tersebut sesuka hati. Namun yang mengejutkan, makam ini tidak menyimpan kepalanya.
Konon, setelah dipenggal dalam pertempuran sengit, kepalanya terbang dan jatuh di beberapa lokasi berbeda, yang kemudian dibangun kuil untuk menenangkan arwahnya. Para pengunjung sering merasakan aura ganjil, terutama saat terjadi gempa.
Tempat ini dipercaya membawa kutukan, dengan catatan sejarah tentang proyek pembangunan yang terhenti secara misterius dan para pekerja yang jatuh sakit. Percaya atau tidak, kisah di balik makam ini cukup untuk membuat bulu kuduk berdiri.
4. Haneda Ōtorii
Didirikan pada 1804, kuil ini dipindahkan pada masa pendudukan Sekutu setelah Perang Dunia II. Namun, torii ikoniknya menolak untuk ikut dipindahkan.
Setiap upaya membongkarnya selalu diiringi kejadian aneh mulai dari tali putus, pekerja mendadak sakit, hingga kecelakaan tanpa sebab jelas yang oleh warga setempat dikaitkan dengan kutukan. Berkali-kali dicoba dipindahkan, gerbang ini seolah bersikeras tetap di tempatnya.
Baru pada 1999, di tengah badai besar, torii itu akhirnya berhasil dipindahkan, yang justru menambah kesan angkernya. Kini, torii itu berdiri mengawasi bandara Haneda yang sibuk, seperti penjaga sunyi dengan kisah menyeramkan. Jika kamu melintas di area ini, sempatkan melihatnya tapi jangan terlalu lama, siapa tahu ada “sesuatu” yang memperhatikanmu.
5. Obake Kaidan
Di distrik Nezu, Tokyo, terdapat sebuah tangga batu yang tidak biasa yang disebut Obake Kaidan atau Tangga Hantu. Tangga ini terkenal karena keanehannya:saat naik jumlah anak tangganya 40, tetapi ketika turun hanya 39.
Kejanggalan ini melahirkan banyak legenda urban, mulai dari cerita bahwa tangga itu terbuat dari batu nisan hingga kutukan yang mengatakan salah menghitung anak tangga bisa membawa kematian.
Dulu tangga ini sempit dan gelap, lalu diperlebar dan diberi pegangan tangan. Meski begitu, suasana seramnya tetap terasa.
Bagian kiri tangga terputus di tengah, dan bentuk anak tangganya tidak rata, menambah kesan mistis. Penjelasan logisnya? Anak tangga pertama di bagian bawah hampir sejajar dengan tanah, sehingga mudah terlewat saat turun.
