Bill dan Hillary Clinton Bakal Beri Kesaksian Kasus Jeffrey Epstein
- REUTERS/Lucy Nicholson
Baik Bill maupun Hillary Clinton tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran oleh para penyintas korban pelecehan Epstein, dan keduanya membantah mengetahui kejahatan seksual yang dilakukan Epstein. Sementara itu, Hillary Clinton,menyatakan bahwa dirinya tidak pernah bertemu ataupun berbicara dengan Epstein.
Namun di satu sisi dalam catatan penerbangan pesawat pribadi Epstein menunjukkan bahwa Bill Clinton sempat melakukan empat penerbangan internasional pada 2002 dan 2003.
Tak lama setelah Epstein ditangkap atas tuduhan perdagangan seks pada Juli 2019, juru bicara Clinton mengatakan bahwa mantan presiden itu melakukan perjalanan dengan pesawat tersebut, termasuk untuk singgah dalam rangka kegiatan Yayasan Clinton.
Bill Clinton juga muncul dalam sejumlah foto di kediaman Epstein yang telah meninggal. Foto-foto tersebut termasuk dalam kumpulan dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS untuk memenuhi undang-undang yang disahkan Kongres, yang mewajibkan pengungkapan seluruh materi penyelidikan terkait mendiang terpidana kasus pedofilia tersebut.
Salah satu foto memperlihatkan Clinton sedang berenang di kolam renang, sementara foto lainnya menunjukkan dirinya berbaring telentang dengan tangan di belakang kepala di sebuah tempat yang tampak seperti kolam air panas.
Saat foto-foto itu dirilis pada Desember lalu, Ureña menegaskan bahwa gambar-gambar tersebut diambil puluhan tahun silam dan Clinton telah menghentikan hubungannya dengan Epstein jauh sebelum kejahatannya terungkap ke publik.
Clinton VS DPR AS
Bulan lalu, pasangan Clinton juga mengirimkan surat kepada James Comer yang berisi kritik terhadap cara Ketua Komite Pengawas DPR itu menangani penyelidikan kasus Epstein.
“Keputusan yang Anda ambil dan prioritas yang Anda tetapkan sebagai ketua dalam penyelidikan Epstein justru menghambat kemajuan dalam mengungkap fakta mengenai peran pemerintah,” tulis mereka dalam surat tersebut.
Mereka menambahkan bahwa tidak ada penjelasan yang masuk akal atas tindakan mereka selain kepentingan politik partisan.
Sebelumnya, Comer menegaskan bahwa pemanggilan terhadap pasangan Clinton telah disetujui melalui pemungutan suara lintas partai dan menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum.
“Kami telah berkomunikasi dengan tim hukum Presiden Clinton selama berbulan-bulan, memberi mereka kesempatan berkali-kali untuk datang dan meluangkan waktu sehari. Namun mereka terus menunda, menunda, dan menunda,” ujar politisi Partai Republik asal Kentucky tersebut.
