Israel Batasi Muslim Palestina Ibadah di Masjid Al Aqsa selama Ramadhan

Aparat Israel berjaga-jaga di Masjid Al Aqsha, Jerussalem Palestina
Sumber :
  • AP Photo/Mahmoud Illean

"Akses umat Islam Palestina ke Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan akan dibatasi," lapor saluran tersebut, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

img_title Larangan Warga Israel Injakan Kaki di Malaysia Dikritik Kongres AS, Anwar Ibrahim Cuek

Beberapa media Israel, termasuk Channel 12, telah melaporkan dalam dua hari terakhir bahwa Shin Bet memperingatkan pemerintah bahwa melarang warga Palestina memasuki Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan "dapat menyebabkan kerusuhan besar.”"

Badan keamanan tersebut memperingatkan bahwa keputusan ini dapat menyebabkan gangguan yang lebih "berbahaya" daripada meletusnya ketegangan di Yerusalem, Tepi Barat, dan wilayah sekitarnya pada tahun 1948 ketika Negara Israel dideklarasikan.

img_title Sisi Lain Ester Exposito Kekasih Mbappe, Ternyata Berani Suarakan Dukungan untuk Palestina

Sejak awal perang di Jalur Gaza, polisi Israel telah membatasi akses umat Islam Palestina ke Masjid Al-Aqsa, khususnya pada hari Jumat.

Jumat lalu, meskipun ada pembatasan Israel, sekitar 25.000 umat Islam Palestina dapat memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur untuk melaksanakan salat Jumat untuk pertama kalinya sejak perang.

img_title Sugiono dan 7 Menlu Kutuk Keras Eskalasi Israel di Masjid Al-Aqsa, Desak Dunia Ambil Sikap Tegas

Sementara itu, Kepolisian Israel menyatakan telah merekomendasikan penerbitan sekitar 10.000 izin bagi warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki untuk memasuki Yerusalem. Namun, belum ada penjelasan resmi terkait kemungkinan pembatasan usia.

Pemerintah Provinsi Yerusalem Palestina menyebut pihaknya mendapat informasi bahwa izin tersebut akan kembali dibatasi bagi pria berusia di atas 55 tahun dan perempuan di atas 50 tahun, seperti kebijakan tahun sebelumnya.

Mereka juga menuduh otoritas Israel menghalangi Waqf Islam—lembaga yang dikelola Yordania dan bertanggung jawab atas pengelolaan situs tersebut—untuk melakukan persiapan rutin Ramadhan, termasuk pemasangan tenda peneduh dan pendirian klinik medis sementara. Sumber dari Waqf menyebutkan 33 pegawainya dilarang memasuki kompleks dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan pengaturan lama yang dikenal sebagai status quo, umat Yahudi diizinkan mengunjungi kompleks tersebut—yang mereka yakini sebagai lokasi Bait Suci pertama dan kedua—namun tidak diperkenankan berdoa di sana. Israel menyatakan komitmennya untuk mempertahankan pengaturan tersebut, meski pihak Palestina menilai aturan itu semakin tergerus.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kelompok ultranasionalis Yahudi secara terbuka menentang larangan berdoa tersebut. Salah satu tokoh yang menuai sorotan adalah Itamar Ben-Gvir, yang sempat berdoa di kawasan itu saat menjabat sebagai menteri keamanan nasional pada 2024 dan 2025.
 

Menteri Keamanan Israel, Itamar ben Gvir

Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Menanggapi putusan tersebut, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengklaim bahwa para hakim pengadilan distrik Yerusalem "memihak kepada teroris".

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut