Menlu Lavrov soal Hubungan Rusia-AS: Pragmatis, Harus Ambil Manfaat dari Setiap Proyek

Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden AS Donald Trump di Alaska
Sumber :
  • HO-Kremlin Press Office

VoxPop – Panas dingin hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) mengindikasikan kuatnya kepentingan nasional dua negara adidaya tersebut. Meski dalam beberapa kesempatan Presiden AS Donald Trump bisa bersanding dengan Presiden Vladimir Putin, tapi di sisi lain nampak jelas di permukaan betapa alotnya hubungan kedua negara -- terutama dalam perjanjian nuklir Rusia-AS New Start yang belum lama ini berakhir. 

img_title Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan hubungan antara Rusia dan AS saat ini bersifat pragmatis, karena kedua negara saling mengakui kepentingan nasional masing-masing.

"Hubungan keduanya pragmatis... Kami memang berkomunikasi. Kami memahami bahwa kami harus menggunakan akal sehat. Kami mengakui kepentingan nasional AS," kata Lavrov dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Al Arabiya.

img_title Stok Rudal AS Dilaporkan Berkurang

"Tepat setahun yang lalu, ketika saya bertemu dengan [Menteri Luar Negeri AS] Marco Rubio di Riyadh, mereka mengatakan kepada kami bahwa AS mengikuti kepentingan nasionalnya. Tetapi, mereka juga mengakui kepentingan nasional Rusia."

"Ketika kepentingan-kepentingan ini saling tumpang tindih, kita harus memetik manfaat dan melaksanakan sejumlah proyek. Ketika kepentingan-kepentingan ini berbeda, kita tidak boleh membiarkannya berujung pada konfrontasi, terutama konfrontasi yang panas. Kami sepenuhnya setuju dengan hal itu," imbuhnya.

img_title Intelijen AS Sebut China 'Miliki' Data 220 Juta Pemilih Pemilu

Dalam melaksanakan kelompok kerja dengan AS, Rusia mencoba memahami bagaimana keinginan Washington untuk bekerja sama berkorelasi dengan upaya untuk menyingkirkan Rusia dari pasar energi, kata Lavrov lebih lanjut.

"Meskipun Amerika dengan tulus mengatakan kepada kami bahwa, begitu masalah Ukraina diselesaikan, kita dapat memulai kerja sama yang saling menguntungkan, tapi untuk saat ini, mereka mencoba memaksa kami keluar dari pasar energi global," kata Lavrov.

Dia menambahkan bahwa "kami telah sepakat dengan kolega Amerika kami untuk membentuk kelompok kerja ekonomi bilateral. Kami akan membahas semua masalah ini dalam kelompok kerja ini."

Presiden RI Prabowo Subianto

Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia kini berada dalam fase yang semakin rawan akibat konflik bersenjata yang terus meluas di berbagai kawasan

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut