AS Tetapkan Tarif Impor Ratusan Persen untuk Panel Surya Buatan Indonesia dan India

panel surya - tenaga surya - tenaga listrik
Sumber :
  • REUTERS/Kimberly White

VoxPop – Amerika Serikat kembali memperketat kebijakan perdagangannya dengan menjatuhkan tarif impor tinggi terhadap panel surya dari sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia. Kebijakan yang diumumkan pada Rabu, 25 Februari 2026 itu menetapkan bea masuk hingga ratusan persen.

img_title Tarif Transjakarta Rute Blok M-Bandara Soetta Naik Jadi Rp 15 Ribu, Berlaku Mulai 1 September

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor hingga ratusan persen terhadap produk panel surya dari Indonesia, India, dan Laos, menurut Departemen Perdagangan AS, Rabu, 25 Februari 2026.

Dalam pernyataannya, Departemen Perdagangan AS mengumumkan tarif sementara sebesar 125,87 persen untuk produk panel surya India. Kemudian, bea masuk imbalan (countervailing duty) dalam rentang 86 hingga 143 persen dikenakan pada panel surya Indonesia, dan Laos pada taraf 81 persen.

img_title Resmi Lawan Brasil, India Tak Berniat Kalahkan Timnas Indonesia dan Malaysia di FIFA ASEAN Cup

Menurut Departemen Perdagangan AS, produk panel surya dari negara tersebut diuntungkan dari subsidi pemerintah setempat yang tidak adil.

Lebih lanjut, laporan Bloomberg menyampaikan bahwa subsidi tersebut memungkinkan eksportir dari ketiga negara untuk menurunkan harga dan bersaing dengan produsen AS. Tarif tersebut ditujukan untuk mendorong produksi panel surya domestik di negeri Paman Sam.

img_title Calon Lawan Timnas Indonesia Resmi Bikin Pengumuman Mengejutkan, India Bakal Lawan Brasil di FIFA Matchday

Namun, langkah tersebut juga meningkatkan ketidakpastian bagi industri dan dapat menyebabkan kenaikan biaya bagi produsen maupun konsumen, menurut laporan Bloomberg.

India, Indonesia, dan Laos berkontribusi sebesar 57 persen dari seluruh impor panel surya ke AS pada semester pertama 2025, dengan impor dari India sendiri pada 2024 mencapai 792,6 juta dolar AS pada 2024, meningkat sembilan kali lipat dari nilai impor pada 2022.

Penetapan tarif tersebut dilakukan menyusul komplain dari produsen AS, yang melalui gugatannya pada Juli lalu menuduh produsen China membanjiri pasar AS dengan produk berharga murah yang diproduksi di ketiga negara Asia tersebut, termasuk Indonesia.

Hal tersebut memicu Komisi Dagang Internasional AS untuk menggelar penyelidikan anti-dumping dan bea masuk imbalan.

Nilai tarif impor ini tak berhubungan dengan tarif global Trump yang pada pekan lalu digugurkan Mahkamah Agung AS.

Setelah putusan itu, Trump kembali mengumumkan penetapan tarif baru sebesar 10 persen untuk semua impor ke AS, serta mengancam menaikkan tarifnya hingga angka 15 persen.

Timnas India

Tak Berniat Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, India Bikin Dua Tim untuk Hadapi Timnas Indonesia dan Brasil

India dilaporkan belum berniat mengundurkan diri dari FIFA ASEAN Cup 2026. Partisipasi mereka diragukan seiring dengan pengumuman laga uji coba melawan Brasil.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut