Trump Ungkap Taktik AS-Israel Bunuh Khamenei dalam Serangan Presisi di Teheran
- Khamenei.ir
30 Bom Dijatuhkan
Menurut media Israel, Khamenei berada di ruang bawah tanah di kediamannya. AS dan Israel dilaporkan menjatuhkan sekitar 30 bom untuk menargetkan Khamenei dan beberapa pejabat terdekatnya di lokasi tersebut.
Media Israel tanpa sumber mengatakan Israel, setelah berkoordinasi dengan AS, menjatuhkan sekitar 30 bom di kompleks kediaman Khamenei, dan bahwa Khamenei berada di bawah tanah di lokasi tersebut, tetapi bukan di salah satu dari dua bunker terdalam yang hanya dapat ditembus oleh bom AS.
Laporan ini juga mengklaim sekretaris militer Khamenei tewas, beserta anggota keluarga Khamenei yang tidak disebutkan namanya. Citra satelit menunjukkan kompleks tersebut sebagian besar hancur.
Sejumlah petinggi Iran dilaporkan media Israel telah tewas dalam serangan tersebut. Beberapa diantaranya sedang melangsungkan pertemuan dengan Khamenei pada hari serangan tersebut.
Sumber-sumber Israel mengatakan bahwa komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, Jenderal Mohammad Pakpour, dan menteri pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh tewas dalam serangan tersebut. Selain itu, kepala angkatan darat Iran, Sayyid Abdolrahim Mousavi, menjadi sasaran, begitu pula seorang calon penerus Khamenei yang terkemuka, Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Ali Shamkhani, mantan kepala Angkatan Laut IRGC dan kepala angkatan darat Iran, juga menjadi sasaran. Namun demikian, laporan kematian tersebut belum dikonfirmasi oleh Iran.
Trump memperingatkan bahwa kematian Khamenei tidak berarti serangan AS-Israel berhenti. Ia memastikan serangan besar-besaran akan terus berlanjut tanpa henti. "Namun, pemboman besar-besaran dan tepat sasaran akan terus berlanjut, tanpa henti sepanjang minggu ini atau, selama diperlukan untuk mencapai tujuan kami," ungkapnya.
"Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka," katanya."Semoga IRGC [Korps Garda Revolusi Islam] dan Kepolisian akan bergabung secara damai dengan para Patriot Iran."
