Hanya Dua Negara Ini yang Selamat, Jika Perang Nuklir Iran vs AS-Israel Meletus

AS jatuhkan bom ke 3 situs nuklir Iran
Sumber :
  • Ist

“Wilayah seperti Iowa dan Ukraina akan tertutup salju selama sekitar sepuluh tahun, sehingga pertanian akan gagal total. Ketika pertanian gagal, manusia akan mulai mati,” ujarnya dikutip dari laman Uniland, Senin 8 Maret 2026.

img_title AS Akan Tutup 5 Kantor Konsulatnya, Ada di Indonesia dan Jepang

Hal itu kemudian memunculkan pertanyaan adakah tempat yang benar-benar aman dalam situasi seperti ini?

Menurut Jacobsen, penelitian menunjukkan bahwa penduduk di Selandia Baru dan Australia kemungkinan menjadi yang paling mampu bertahan melewati musim dingin nuklir. Kedua wilayah itu disebut sebagai satu-satunya tempat yang masih mungkin mempertahankan aktivitas pertanian.

img_title Harga Emas Hari Ini 4 Agustus 2026: Produk Antam Melorot, Global Bervariasi

Ledakan ribuan hulu ledak nuklir modern yang sebagian besar kekuatannya sekitar 50 kali lebih besar dibandingkan bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki juga akan merusak lapisan gas tipis yang selama ini melindungi Bumi dari radiasi berbahaya matahari.

“Selain musim dingin nuklir, akan ada keracunan radiasi, karena lapisan ozon akan rusak parah bahkan hancur. Akibatnya, manusia tidak bisa berada di luar ruangan saat ada sinar matahari,” Jacobsen menjelaskan.

img_title Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

Jika sinar matahari sendiri menjadi mematikan bagi manusia kecuali bagi penduduk Australia dan Selandia Baru maka sebagian besar manusia yang tersisa di belahan dunia lain harus bertahan hidup dalam kondisi gelap dan serba kekurangan.

“Orang-orang akan dipaksa hidup di bawah tanah. Bayangkan manusia tinggal di bawah tanah, saling berebut makanan, hampir di seluruh dunia kecuali di Selandia Baru dan Australia,” tambahnya.

Meski gambaran masa depan ini sangat suram, Jacobsen menekankan bahwa kiamat nuklir berbeda dengan asteroid yang dulu memusnahkan dinosaurus dan sekitar 70 persen spesies di Bumi.

Pasalnya, manusia sebenarnya memiliki kemampuan untuk menghentikan penyebaran senjata nuklir dan mencegah perang yang mengancam kelangsungan hidup umat manusia meskipun pada kenyataannya hal itu saat ini terasa hampir mustahil, seperti menghentikan asteroid yang meluncur ke Bumi.

Namun demikian, seorang pakar yang berbicara kepada Newsweek menegaskan bahwa dalam konflik global yang melibatkan senjata nuklir modern, pada dasarnya tidak ada tempat yang benar-benar aman.

Direktur Kebijakan Senior di Center for Arms Control and Non-Proliferation, John Erath mengatakan bahwa orang-orang yang tinggal di dekat fasilitas militer, silo rudal balistik antarbenua di wilayah Midwest Amerika Serikat, atau pangkalan kapal selam di daerah pesisir kemungkinan akan merasakan dampak paling cepat dan paling parah dari serangan nuklir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut