Anggota DPR AS Dikecam Usai Sebut Umat Muslim Tak Punya Tempat di Amerika
- Getty Images via AFP
Menurut laporan tersebut, pada hari ketika perang dimulai, jumlah unggahan semacam itu melonjak dari kurang dari 2.000 per hari menjadi lebih dari 6.000 per hari.
Sementara itu, media investigasi Drop Site News pada September tahun lalu melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Israel menugaskan sebuah survei global di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa untuk menilai bagaimana cara menghadapi meningkatnya sentimen negatif publik terhadap Israel.
Menurut laporan tersebut, hasil survei menunjukkan dukungan publik terhadap Israel meningkat signifikan ketika pertanyaan dalam jajak pendapat dikaitkan dengan rasa takut terhadap Muslim. Survei itu menunjukkan dukungan terhadap Israel dapat meningkat sekitar 20 poin persentase dalam kondisi seperti itu.
Partai Republik dan Retorika Anti-Muslim
Pernyataan Ogles muncul di tengah meningkatnya retorika anti-Muslim dari sejumlah politisi Partai Republik.
Bulan lalu, Randy Fine juga menuai kritik setelah menulis di media sosial bahwa ia lebih memilih anjing daripada Muslim. Meski sejumlah anggota Demokrat meminta tindakan disipliner atau pengunduran dirinya, pimpinan Partai Republik tidak menjatuhkan sanksi apa pun.
Analisis dari The Washington Post menemukan bahwa hampir 100 anggota Kongres dari Partai Republik telah membuat unggahan tentang Muslim atau Islam sejak awal tahun ini, dan sebagian besar di antaranya bernada negatif.
Banyak unggahan tersebut menyinggung isu seperti Islam radikal, ekstremisme, atau seruan deportasi.
