Pejabat AS: Iran Diduga Mulai Tebar Ranjau Laut di Selat Hormuz

Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu

Amerika Serikat, VoxPop – Iran diduga tengah bersiap mengerahkan ranjau laut di Selat Hormuz untuk semakin mengganggu jalur pelayaran penting di wilayah itu. Hal ini disampaikan sejumlah pejabat Amerika Serikat kepada CBS News.

img_title Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

Para pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan kepada CBS News bahwa Iran menggunakan kapal-kapal kecil yang masing-masing mampu membawa dua hingga tiga ranjau untuk menebarkannya di selat itu. Jumlah pasti stok ranjau laut Iran tidak diketahui secara terbuka, namun berbagai perkiraan selama bertahun-tahun menyebut angkanya berkisar antara 2.000 hingga 6.000 unit. Ranjau tersebut sebagian besar diproduksi oleh Iran, China, atau Rusia.

Sementara itu, melalui akun media sosialnya Truth Social, Presiden AS Donald Trump pada Selasa sore waktu setempat mengingatkan Iran untuk menyingkirkan ranjau laut tersebut.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

“Jika Iran telah menebar ranjau di Selat Hormuz meskipun kami belum menerima laporan mengenai hal itu kami ingin ranjau tersebut segera disingkirkan, SEGERA!,” tulis dia.

Ia juga mengancam akan membalas Iran lebih kejam dari sebelumnya jika negara tersebut mengerahkan ranjau laut di selat Hormuz.

img_title AS Akan Berlakukan Deposit Visa hingga Rp360 Juta Bagi Warga 50 Negara, Indonesia Termasuk?

“Jika karena alasan apa pun ranjau benar-benar dipasang dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya. Sebaliknya, jika mereka mencabut apa pun yang mungkin sudah dipasang, itu akan menjadi langkah besar ke arah yang benar,” kata dia.

Tiga belas menit kemudian melalui media sosialnya Trump mengklaim telah menyerang dan menghancurkan 10 kapal penebar ranjau yang tidak aktif. Operasi ini pun kata dia akan terus berlanjut.

 “Saya dengan senang hati melaporkan bahwa dalam beberapa jam terakhir kami telah menyerang dan sepenuhnya menghancurkan 10 kapal atau perahu penebar ranjau yang tidak aktif, dan operasi akan terus berlanjut,”tulis Trump.

Sementara itu, CNN pada Selasa melaporkan bahwa Iran telah mulai menebar ranjau di selat tersebut.

Sehari sebelumnya, Trump juga telah memperingatkan Iran mengenai konsekuensi jika negara itu menghentikan arus pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut