Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Israel Tolak Disalahkan: Ini Zona Perang

VoxPop Militer: Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL)
Sumber :
  • leinsterexpress.ie

VoxPop – Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) ada Selasa, 31 Maret 2026, menyatakan sedang meninjau laporan mengenai dua insiden terpisah yang melibatkan personel UNIFIL dari Indonesia di Lebanon selatan dalam dua hari terakhir. 

img_title Firasat 15 Tahun Lalu Jadi Nyata, Ucapan Terakhir Petugas Damkar Sebelum Gugur di Kramat Jati

Dalam pernyataan di Telegram, IDF menyebut insiden tersebut sedang "ditinjau secara menyeluruh" untuk memperjelas situasi dan menilai apakah peristiwa itu dipicu oleh aktivitas Hizbullah atau operasi IDF. 

"Insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan apakah insiden tersebut diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF," bunyi pernyataan tersebut. 

img_title Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Militer Israel menekankan bahwa peristiwa itu terjadi di zona pertempuran aktif dan meminta agar tidak ada asumsi mengenai pihak yang bertanggung jawab.

"Perlu dicatat bahwa insiden-insiden ini terjadi di area pertempuran aktif. Oleh karena itu, tidak boleh diasumsikan bahwa insiden-insiden di mana tentara UNIFIL terluka disebabkan oleh IDF," tambahnya. 

img_title Menuju Olimpiade 2028, PBTI dan TNI Siap Sukseskan Asian Taekwondo Open di Jakarta

IDF kembali menegaskan bahwa operasinya ditujukan terhadap Hizbullah, bukan terhadap penjaga perdamaian PBB, Angkatan Bersenjata Lebanon, maupun warga sipil. 

3 Prajurit TNI Gugur

Sebelumnya diberitakan, pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) pada Senin (waktu setempat) mengonfirmasi dua penjaga perdamaiannya tewas dan dua lainnya terluka setelah ledakan yang belum diketahui asalnya menghantam kendaraan mereka di Lebanon selatan. 

Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyebut insiden terjadi di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan. Dua penjaga perdamaian tewas, satu mengalami luka parah, dan satu lainnya terluka. 

Ini menjadi insiden fatal kedua yang melibatkan personel misi dalam 24 jam terakhir. UNIFIL menegaskan bahwa tidak seorang pun seharusnya kehilangan nyawa saat menjalankan tugas perdamaian. 

"Dua penjaga perdamaian UNIFIL tewas secara tragis di Lebanon selatan hari ini, ketika ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan. Penjaga perdamaian ketiga mengalami luka parah, dan yang keempat juga terluka. Ini adalah insiden fatal kedua dalam 24 jam terakhir. Kami menegaskan kembali bahwa tidak seorang pun seharusnya meninggal saat melayani tujuan perdamaian," bunyi pernyataan tersebut. 

“Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga, teman, dan kolega dari para penjaga perdamaian pemberani yang telah mengorbankan nyawa mereka demi perdamaian,” tambah pernyataan itu. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut